Polisi Sebar Maklumat Larangan Penimbunan Kebutuhan Pokok

WARNING: Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota AKP Endah Sriwigiarti (kiri) dan Anggota Sat BInmas Polres Sukabumi Kota menempelkan surat imbauan tentang pelarangan penimbunan bahan sembako.
WARNING: Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota AKP Endah Sriwigiarti (kiri) dan Anggota Sat BInmas Polres Sukabumi Kota menempelkan surat imbauan tentang pelarangan penimbunan bahan sembako.
WARNING: Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota AKP Endah Sriwigiarti (kiri) dan Anggota Sat BInmas Polres Sukabumi Kota menempelkan surat imbauan tentang pelarangan penimbunan bahan sembako.

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Untuk mengatasi kelangkaan kebutuhan pokok yang terjadi akibat ulah oknum para pengusaha, Polres Sukabumi Kota berdasarkan perintah langsung Kapolri mengeluarkan maklumat larangan tentang penimbunan pangan dan bahan pokok kepada para pelaku usaha di sejumlah pasar tradisional dan swalayan. Jajaran Polres Sukabumi Kota dengan sigap langsung menyebarkan surat imbauan tersebut di sejumlah pasar maupun swalayan di Kota Sukabumi, Kamis (27/8/15).

Imbauan itupun langsung disebarkan dan ditempel di lokasi-lokasi sentra ekonomi seperti Pasar Pelita, Pasar Gudang, Swalayan Toserba Yogya dan beberapa pasar lainnya.

Menurut Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Endah Sriwigiarti, penempelan imbauan Kapolri itu sudah dilakukan selama dua hari yakni Rabu hingga Kamis (26-27/8/15).

Menurutnya, Kapolri mengeluarkan maklumat tentang larangan melakukan penimbunan atau penyimpanan pangan dan barang kebutuhan pokok guna mengantisipasi kelangkaan ketersediaan pangan dan bahan pokok di masyarakat. Tentunya maklumat tersebut akan terus disebar kepada seluruh pelaku usaha di Kota Sukabumi khususnya pelaku usaha kebutuhan bahan pokok.


“Sesuai perintah dari Kapolri kita sudah melakukan penyebaran di setiap pasar baik tradisional maupun swalayan juga kita pasang maklumat tersebut,” ujarnya.

Tidak hanya disebarkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada pedagang di pasar tersebut. Menurutnya, sejauh ini, di Kota Sukabumi belum ada kasus penimbunan terhadap bahan sembako. Namun apabila ada pelaku usaha yang melakukan penimbunan bahan pangan dan barang kebutuhan pokok akan dilakukan tindakan tegas pelanggaran pidana pasal 133 UU 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun atau denda Rp 100 miliar dan pasal 107 UU No 7 tahun 2012 tentang perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 50 miliar.

Dijelaskan dalam edaran itu, penimbunan menyebabkan keresahan masyarakat diakibatkan kelangkaan atau gejolak kenaikan harga pangan. Seperti tertuang dalam edaran Kapolri tertanggal Senin 24 Agustus 2015.

Dalam edaran itu, para pelaku usaha dilarang:

A. Dengan sengaja menimbun atau menyimpan melebihi jumlah maksimal yang diperbolehkan atau di luar batas kewajaran dengan maksud untuk memperoleh keuntungan sehingga mengakibatkan harga pangan pokok menjadi mahal atau melambung tinggi.

B. Menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah atau waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan. (wdy/d)