PNS Selingkuh Belum Tersentuh Hukum

ilustrasi

PNS+1

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejatinya menjadi panutan masyarakat. Tapi, kelakuan oknum PNS di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi sungguh memalukan. Ya, pria berinisial AW yang bertugas di bagian P2PL Dinkes Kota Sukabumi malah berselingkuh dengan anak buahnya sendiri yang berparas cantik bernisial MS (34). Sang suami MS, yakni Andi Yusuf (34) telah melaporkan pria yang merebut istrinya tersebut yakni AW ke Mapolsek Pacet, Cianjur dan Pemkot Sukabumi bulan lalu. Sayang hingga kini, kedua PNS selingkuh ini belum tersentuh hukum dan masih bekerja seperti biasa.

Menurut Andi Yusuf, perselingkuhan itu tertangkap tangan dirinya bersama empat anggota Polsek Pacet dan dua security di kamar nomor 1 villa tempat latihan Dinkes Cimacan, Cipanas, Puncak Cianjur, pada pukul 01.45 WIB, Jumat (31/7) lalu.

“Saat tiba di lokasi, saya terus memperhatikan dari kejauhan untuk memastikan kecurigaan yang selama ini terpendam. Hingga mereka datang pun saya terus menguntit dan mendekat. Hingga mendengar suara pemanasan bercinta,” ujar Andi Yusuf saat mendatangi Kantor Radar Sukabumi di Selabintana.


Bahkan ia menduga, perselingkuhan tersebut sudah berlangsung lama. Kecurigaan tersebut semakin kuat lantaran dirinya kerap menemukan komunikasi antara istrinya dengan AW melalui SMS dan telepon.

“Makanya saat latihan saya buntuti sampai ke villa tempat latihan. Terbukti mereka kepergok melakukan perselingkuhan,” tandas Andi yang merupakan warga Cikondang, Kecamatan Citamiang ini dengan nada lemah.

Tak hanya itu, akibat sakit hatinya, ia melaporkan kepada Inspektorat Kota Sukabumi. “Saya meminta Pak Walikota memecat oknum pegawai Dinkes bersama istri saya yang bertugas sebagai perawat di Puskesmas Pabuaran itu. Karena ini sudah menyangkut perselingkuhan,” tuntutnya.

Andi juga menerangkan, awalnya ia tidak akan melaporkan kejadian ini kepada pihak media. Namun, lantaran laporannya tidak mendapatkan tanggapan serius, ia mendatangi Kantor Radar Sukabumi.

Sementara itu, Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi cukup serius menanggapi adanya laporan mengenai perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Namun saat ini pihaknya belum bisa memberikan sanksi, dikeluarkannya sanksi oleh pemerintah harus berdasarkan keputusan dari pengadilan negeri. “Setelah dia terbukti salah dengan adanya putusan pengadilan maka kita akan berikan sanksi tegas,” ujarnya.

Ditanya mengenai sanksi yang diberikan oleh pihak pemerintah, lanjut Fahmi, sanksinya sesuai dengan pelanggaran yang mereka perbuat. Sekali lagi Fahmi menekankan akan memberikan sanksi jika sudah terbukti salah. “Sanksi terberatnya bisa kita berhentikan,” pungkasnya.