Pelaku Pengaku Tuhan Alami Gangguan Jiwa

C.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Indra Okta Permana (35) alias Raden, tersangka penistaan agama yang mengaku sebagai perwujudan Tuhan dan memaksa salah seorang pengikutnya membakar Alquran pada Senin (24/8) lalu, divonis menderita penyakit skizofrenia tingkat tinggi. Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan terhadap tersangka di RS R Syamsudin SH Kota Sukabumi sekitar pukul 09.00 WIB, kamisĀ (27/8).

“Pasien mengidap skizofrenia atau gangguan kejiwaan tingkat tinggi. Hal itu bisa terlihat dari bicaranya yang melantur, dan tidak nyambung ketika diajak berbicara,” ungkap Dokter Kejiwaan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr. Tommy Hermansyah.

Yang paling mencengangkan, lanjut Tommy, ternyata tersangka (Raden, red) pernah mengalami gangguan jiwa, dan dimasukkan ke salah satu rumah sakit jiwa (RSJ) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) lima tahun lalu.


“Tersangka ini memang pernah memiliki riwayat gangguan jiwa sekitar lima tahun yang lalu, kemungkinan tidak dirawat secara serius. Sehingga gangguan jiwanya kambuh lagi,” ungkap dr Tommy Hermansyah.

Skizofrenia merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Pada umumnya kondisi ini dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata. Serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika.

Menurutnya, pengidap skizofrenia bisa kembali kambuh dengan berbagai faktor, salah satunya akibat faktor ekonomi apalagi tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, tersangka juga memiliki waham atau suatu keyakinan yang dipegang secara kuat namun tidak akurat, yang terus ada walaupun bukti menunjukkan hal tersebut tidak memiliki dasar dalam realitas. Sehingga, tersangka sering berhalusinasi secara berlebihan, dan menganggap dia adalah Tuhan.

“Salah satu gejala yang gampang dilihat dari pengidap skizofrenia adalah sering berhalusinasi secara berlebihan, atau dia seperti merasa dibisiki sesuatu, padahal sebenarnya itu hanya halusinasi saja,” terangnya.

Apakah skizofrenia bisa disembuhkan? Dokter senior ini menegaskan bahwa skizofrenia bisa disembuhkan, asal pasien dirawat secara teratur. Untuk itu, tersangka pun langsung dimasukkan ke Ruang Kemuning rumah sakit tersebut, untuk ditangani penyakit kejiwaannya.

“Karena memang tersangka ini mengalami gangguan kejiwaan tingkat tinggi, maka kita akan obati dia sampai sembuh,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman Salim menuturkan, kasus penistaan agama yang dilakukan Raden ini akan terus diproses. Namun, untuk sementara proses hukumnya akan dibantarkan, sambil menunggu proses pemberkasan penyidikan rampung, dan menunggu proses perawatan terhadap pelaku selesai.

“Proses akan terus berlanjut sampai nanti kita serahkan ke kejaksaan. Namun, untuk sementara kasusnya akan dibantarkan sampai si pelaku ini sembuh. Nanti kita akan lihat hasilnya. Kalau ditolak kita akan gelar perkara terkait kelanjutan kasus ini,” pungkasnya. (wdy/e)