Pelaku Pembunuh Pengamen Dibekuk *Empat Orang Lainnya Dinyatakan Buron

DIBEKUK: Salah satu tersangka pelaku pembacokan terhadap pengamen di tempat makan siap saji, beberapa waktu lalu RF alias Ipank (16) saat memberikan keterangan di ruang Unit 1 Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota.
DIBEKUK: Salah satu tersangka pelaku pembacokan terhadap pengamen di tempat makan siap saji, beberapa waktu lalu RF alias Ipank (16) saat memberikan keterangan di ruang Unit 1 Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota.
DIBEKUK: Salah satu tersangka pelaku pembacokan terhadap pengamen di tempat makan siap saji, beberapa waktu lalu RF alias Ipank (16) saat memberikan keterangan di ruang Unit 1 Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota.

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Setelah sebelumnya para pelaku pembunuhan terhadap pengamen jalanan pada Jumat (31/7/15) sempat buron selama tiga pekan, akhirnya Jajaran Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Kamis (27/8/15) berhasil membekuk dua orang tersangka. Kedua pelaku tersebut adalah RF alias Ipank (16) warga Kampung Joglo RT 03/05 Desa Selawangi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi ditangkap saat berada di Jalan Jalur Kecamatan Baros Kota Sukabumi pada, Selasa (25/8/15) malam dan SS (21) alias Rizal warga Kampung Sempur RT 01/03 Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi ditangkap, Kamis (27/8/15) pagi di Bandung, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman, mengatakan pelaku pembunuhan terhadap Bayu berjumlah enam orang, namun pihaknya baru mengamankan dua orang pelaku. Salah satu pelaku masih di bawah umur. Sementara tersangka lainnya DD alias Ebod, I alias Joy, S, dan A masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Sukabumi Kota. “Tersangka baru dua orang yang kita amankan sementara pelaku utama DD dan teman lainnya masih DPO,” terangnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku melakukan pembunuhan dengan cara bersama rekan lainnya yang masih DPO dengan membacok dan memukuli korban saat tertidur lelap lantaran mabuk berat. Salah satu tersangka RF alias Ipank mengaku jika aksi nekat tersebut dipicu lantaran tersangka sakit hati diminta uang oleh korban sebesar Rp20 ribu dengan memaksa kepada temannya DD.

“Awal permasalahan dipicu saat korban mendatangi para tersangka dan meminta uang secara paksa sebesar Rp20 ribu. Setelah diberi, korban meminta lagi uang terhadap pelaku. Lantaran tidak diberikan, korban malah mengajak berkelahi dengan para tersangka namun keburu dipisahkan oleh teman-teman korban. Karena salah satu pelaku yang bernama DD alias Ebod menaruh dendam kepada korban, dan akhirnya mengajak teman-teman lainnya untuk memberikan pelajaran terhadap korban,” terangnya.


Menurutnya, para pelaku sempat pulang ke rumah masing-masing untuk membawa senjata tajam. Kemudian para pelaku pun kembali ke arah Kota Sukabumi untuk mencari keberadaan korban. Setelah diketahui keberadaannya, para pelaku langsung secara bergantian melakukan pembacokan dan memukuli korban sampai korban tidak sadarkan diri.

“Jadi para tersangka ini memang sudah merencanakan untuk membunuh korban, lantaran mereka kembali pulang untuk membawa senjata tajam,” jelasnya.

Dikatakan Sulaeman, saat peristiwa pembacokan masing-masing pelaku memiliki perannya masing-masing, di antaranya tersangka RF alias Ipang melakukan pembacokan dgn menggunakan senjata tajam berupa golok ke arah kaki sebanyak dua kali dan tangan sebelah kanan sebanyak satu kali. Tersangka R alias Waluh (DPO) melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam berupa golok ke arah badan. DD alias Ebod (DPO) melakukan pembacokan dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit ke arah kepala sebanyak satu kali. Tersangka S (DPO) melakukan penusukan dengan menggunakan senjata tajam berupa pisau dapur ke arah dada korban sebanyak satu kali. Tersangka A (DPO) memukul korban dengan menggunakan gitar ukulele ke arah badan korban sampai gitar hancur dan tersangka I alias Joy memukuli korban menggunakan tangan dan kaki.

Saat ini pihak Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota pun masih melakukan pencarian terhadap para pelaku lainnya. Sementara barang bukti yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian berupa dua bilah senjata tajam jenis golok bergagang kayu dengan panjang 35 cm. (wdy/t)