KPA Datangi Kampus Sosialisasikan HIV/AIDS

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi mendatangi kalangan akademisi untuk memberikan sosialisasi pencegahan dini terhadap penyakit menular Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan AIDS. Kalangan akademisi pun tak luput dari ancaman dan keterlibatan untuk membasmi virus yang belum ada obatnya ini. Hal ini dikarenakan HIV/AIDS bukan hanya milik masyarakat umum, namun kalangan civitas akademisi pun tak luput dari ancaman penyakit ini.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menjelaskan, potensi tersebut diakibatkan perilaku dan pergaulan sehari-hari yang rentan terkena penyebaran virus ini. “Apalagi kita ketahui sendiri, mahasiswa masih ada yang dalam kondisi labil, masa pencarian jati diri sehingga terjerumus perilaku bebas yang mengundang bahaya,” ungkapnya di sela sosialisasi penyakit HIV/AIDS di lingkungan civitas akademi Stikes di Aula Utama, Kamis (27/8/15).

Bahkan, Wakil Walikota yang juga Ketua KPA ini menjelaskan rasio antara wanita dan pria untuk terjangkit penyebaran virus ini lebih besar wanita dibandingkan pria. Wanita 10 persen sedangkan pria 1 persen. “Apalagi mahasiswa yang memang keterbatasan dan kontrol emosi, agama dan hukum kurang. Untuk itulah pencegahan di kalangan akademisi perlu dilakukan bukan sekadar ucapan belaka,” jelasnya.


Selain menjelaskan akan bahaya HIV/AIDS jika sudah terjangkit, Fahmi juga mengajak seluruh mahasiswa Stikes untuk mengambil peran nantinya untuk dapat mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS ini.

“Mahasiswa juga merupakan anggota masyarakat, dengan begini kita dapat mengidentifikasi sedini mungkin penyebaran penyakit ini. Setidaknya bisa meminimalisir jumlah penderita yang sudah terjangkit,” ungkap Fahmi.

Keseriusan Kota Sukabumi dalam merealisasikan program dan anggaran tersebut diwujudkan dalam perencanaan khusus. Perencanaan yang dibuat tersebut dijabarkan sedemikian rupa dalam penyusunan Strategi Rencana Aksi Daerah (SRAD) Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi 2013-2018.

“Sudah dianggarkan sebesar Rp 230 juta untuk 2016 dalam bentuk berbagai kegiatan dalam usaha baik pencegahan maupun pengobatan HIV/AIDS. Program KPA Goes to Campus diselenggarakan dalam usaha mengajak dan memberikan peran kepada mahasiswa untuk ikut memerangi penularan HIV/AIDS di Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya menjelaskan, sasaran mereka melakukan sosialisasi keperguruan tinggi dengan harapan dapat memberi pemahaman kepada mahasiswa akan bahaya penularan HIV/AIDS. “Wanita itu lebih berisiko, maka itu harus tahu apa saja penyebabnya dan bagaimana cara menghindarinya,” ujarnya.

Kegiatan seperti ini merupakan sumber ilmu lain di luar perkuliahan yang berkaitan dengan pola pergaulan remaja saat ini. Dengan adanya kegiatan ini, para peserta khususnya para mahasiswa memiliki pengetahuan tentang bahaya dan cara penularan HIV/AIDS.

Kota Sukabumi menempati urutan sepuluh tingkat Jawa Barat dengan jumlah penderita HIV-nya terbanyak. Fifi menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan sosialisasi HIV/AIDS ini yang merupakan salah satu program KPA dalam usaha menaggulangi penyebaran HIV/AIDS di Kota Sukabumi. Fifi menambahkan bahwa masyarakat Kota Sukabumi harus terus waspada karena jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi sudah mencapai 895 orang.

Fifi meminta mahasiswa diminta ikut bersama-sama memerangi penularan HIV/AIDS di masyarakat dengan memberikan pemahaman-pemahaman dan sosialisasi mengenai penyakit HIV/AIDS kepada masyarakat.
Tujuan dari penyelenggaraan KPA Goes to Campus ini adalah untuk memberi pesan kepada seluruh pekerja kesehatan dan mahasiswa agar bisa meningkatkan kualitas hidup orang-orang dengan HIV/AIDS. (wdy/d)