Dolar Naik, Pemkot Klaim Ekonomi Tetap Baik

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Kenaikan mata uang dolar yang tembus di angka Rp 14.050 yang mengakibatkan perekonomian global menurun, nampaknya tidak akan terjadi signifikan dalam perekonomian di Kota Sukabumi. Bahkan Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengklaim, dengan kondisi tersebut perekonomian di Kota Sukabumi tetap akan baik.

“Memang saat ini perekonomian Indonesia sedang lesu, namun saya optimis perekoniman di Kota Sukabumi tetap akan baik,” ujar Fahmi usai menerima Devile Pramuka Kwarcab Kota Sukabumi, Kamis (27/8/15).

Meski begitu dirinya juga meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak tinggal diam, menurutnya, perlu adanya penguatan perekonomian, di antaranya dengan melakukan penguatan ketahanan ekonomi terhadap pengusaha mikro yang berbasis kemasyarakatan, khususnya masyarakat miskin.


“Mungkin langkah kita, lebih kepada sisi penguatan perekonomian,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pengusaha Kota Sukabumi, Olih Solihin mengatakan, pengaruh tingginya nilai tukar rupiah jelas akan memengaruhi kegiatan usaha masyarakat. Lantaran, harga yang semakin tinggi sementara daya beli masyarakat sangat melemah. Tak hanya itu, bisa juga memengaruhi terhadap pencapaian pajak. “Kalau perekonomian kita lesu, jangan untuk mencari keuntungan. Untuk biaya operasional juga sangat sulit. Kondisi ekonomi kita saat ini sangat lesu,” katanya.

Olih yang juga Anggota DPRD Kota Sukabumi, menambahkan keterpurukan perekonomian saat ini, pemerintah harus benar-benar memberikan perhatian kepada para pelaku usaha dan juga petani untuk penguatan ekonominya. Di sisi lain jangan terlalu ketergantungan terhadap barang impor.

“Kita harus bisa menciptakan dan menggunakan prodak sendiri, jangan hanya mengandalkan impor. Kualitas barang kita tidak kalah dengan impor,” ujarnya.

Meskipun tidak menyebutkan berapa persen kerugiannya akibat dolar naik, menurut Olih, tingginya mata uang dolar terhadap rupiah benar-benar sangat mengganggu stabilitas ekonomi dan usahanya. “Perekonimian kita jelas terganggu,” pungkasnya. (bal/d)