Distribusi Air dari Tangki Digilir

LOGO PDAM copy

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukabumi bersedia mendistribusikan air untuk warga yang dilanda kekeringan dengan mobil tangki, tetapi dengan pengaturan waktu, satu minggu dua kali.

Hal ini dilakukan lantaran mobil tangki yang dimiliki hanya empat unit. Sehingga PDAM harus membagi jatah pendistribusian air untuk pelanggan dan masyarakat di daerah kekeringan.

“Kami memang menyiagakan empat mobil tangki, karena saat kemarau penggunaan mobil ini meningkat. Maka dari itu selain membagi air untuk masyarakat yang kekeringan kami juga terus bergerak agar kebutuhan air pelanggan tercukupi,” ujar Kabag Umum PDAM Kabupaten Sukabumi, Budiarkah kepada Radar Sukabumi, kamis (27/8).


Ia mengungkapkan, untuk daerah yang dilanda kekeringan dibutuhkan adanya tempat penampungan. Sebab yang terjadi saat ini air dari tangki langsung diisi ke jeriken milik warga satu per satu. Untuk alat penampung air, PDAM siap meminjamkan.

“Beda halnya jika ada penampungan, air akan disalurkan dari tangki ke penampungan, dengan demikian warga mengantre di tempat penampungan. Jika diperlukan kami juga memiliki dua ton air yang masing-masing berkapasitas 4000 liter, dengan penampungan akan sangat efektif soal waktu karena daerah kering air ini rata-rata berada di wilayah selatan Sukabumi,” ujar Budi.

Meski demikian, selama kemarau ini PDAM bersama pemerintah daerah terus berupa mendistribusikan air di daerah yang dilanda kekeringan. Air tersebut diambil dari sumber mata air PDAM.
“Saat ini ada delapan kecamatan yang dilanda kekeringan. Di daerah ini warga tak sulit mendapatkan air karena sumber air PDAM terdapat di sana,” tukasnya.

Sementara dari data BPBD Kabupaten Sukabumi, kemarau panjang yang kini melanda mengakibatkan 24 desa di delapan kecamatan krisis air. Hingga saat ini BPBD terus melakukan penanggulangan dengan cara distribusi air. (dri)