Bupati Kikuk *Ungkapkan Tagline Cabup – Cawabup

A HL

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Bupati Sukabumi, Sukmawijaya terlihat kikuk saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan deklarasi damai dan parade pertama di Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kamis (27/8).

Selain dirinya sebagai Bupati Sukabumi dan sambutan tersebut dalam deklarasi damai, kekikukannya itu disinyalir akibat sebelumnya Sukmawijaya mendorong agar Adjo Sardjono maju dalam pilkada agar bisa menggantikan posisinya. Sedangkan pada kenyataannya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung Ketua DPD PKS Kabupaten Suklabumi, Totong Suparman hingga dirinya harus menjadi orang terdepan memenangkan pasangan Totong-Adho. Saat menyampaikan harapan, Sukabumi ke depan ia lebih memilih menyebut ketiga tagline semua kandidat.

“Semua pasangan calon merupakan orang baik dan diusung partai yang hebat. Mudah-mudahan siapapun yang menggantikan saya Sukabumi Lebih Baik, Sukabumi Hebat dan Sukabumi Baru. Hingga pada akhirnya rakyat Sukabumi sejahtera,” ungkapnya seraya disambut tawa ria para peserta pilkada, muspida dan tim sukses masing-masing.


Ribuan tim sukses dan relawan pun memadati alun-alun dan Jalan Siliwangi untuk konvoi memutar pusat Ibukota Kabupaten Sukabumi. Kampanye pun tak luput dari pengawalan ketat ratusan personel Polres Sukabumi, Satpol PP dan TNI.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, Dede Heryadi, menyebutkan deklarasi siap menang siap kalah itu sebagai upaya bersama untuk menjaga kondusifitas jalannya pilkada 2015 hingga 100 hari ke depan. Kampanye bakal berakhir pada 4 Desember mendatang sebelum pencoblosan di tanggal 9 Desember 2015.

“Selain itu kita sengaja, mengarak tiga pasangan calon di Ibukota Kabupaten Sukabumi untuk mengenalkan kepada masyarakat agar mereka tahu bahwa sebentar lagi ada pemilihan kepala daerah dan sudah ada calonnya,” jelasnya.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus disosialisasikan kepada masyarakat serta tim sukses masing-masing terkait kesepakatan antara KPU dan para calon bupati dan wakil bupati terkait batasan-batasan alat peraga kampanye nanti. “Ada beberapa poin yang di launching. Seperti tata letak, jenis apa saja yang akan difasilitasi oleh KPU serta yang tidak boleh dibuat oleh para calon,” jelasnya.

Menurut Dede, baliho, umbul-umbul serta yang lainnya yang sesuai ketentuan dan kesepakan dari awal akan ditempatkan di beberapa titik di Kabupaten Sukabumi. Hal itu juga berdasarkan PKPU.

“Untuk baliho ada lima titik. Kita akan memasang di Cibadak, Cicurug, Sukaraja, Palabuhanratu serta Surade. Untuk spanduk per desa dua buah, umbul-umbul 20 per kecamatan,” bebernya.

Anggaran untuk pembuatan alat kontak tersebut menelan Rp 5,9 miliar. Alat kontak tersebut bakal dibuat oleh KPU lantaran harus sesuai ketentuan.

Ia juga menyebutkan, para calon tidak diperbolehkan membuat dan memasang alat kontak. Terkecuali berupa cenderamata seperti kalender, topi, kaos yang harganya tak melebihi Rp 25 ribu. Anggota KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman menambahkan, selain alat peraga kampanye yang dibatasi juga dana kampanye para calon bupati dan wakil bupati pun dibatasi.

“Dana kampanye yang diperbolehkan digunakan maksimal Rp 41 miliar,” tandasnya.