Unhan Teliti Potensi Ancaman

UNHAN: Tim analis dari Unhan berfoto bersama Sekda Kabupaten Sukabumi, Wakapolres serta Dandim usai rapat koordinasi di Kantor Satpol PP, kemarin (26/8). Tim ini datang untuk melakukan penelitian mengenai daerah di selatan Kabupaten Sukabumi terutama dalam hal kemaritiman.
UNHAN: Tim analis dari Unhan berfoto bersama Sekda Kabupaten Sukabumi, Wakapolres serta Dandim usai rapat koordinasi di Kantor Satpol PP, kemarin (26/8). Tim ini datang untuk melakukan penelitian mengenai daerah di selatan Kabupaten Sukabumi terutama dalam hal kemaritiman.
UNHAN: Tim analis dari Unhan berfoto bersama Sekda Kabupaten Sukabumi, Wakapolres serta Dandim usai rapat koordinasi di Kantor Satpol PP, Rabu (26/8/15). Tim ini datang untuk melakukan penelitian mengenai daerah di selatan Kabupaten Sukabumi terutama dalam hal kemaritiman.

POJOKJABAR.id, PALABUHANRATU – Tim Analis Universitas Pertahanan (Unhan) Jakarta tertarik untuk melakukan penelitian mengenai daerah di selatan Kabupaten Sukabumi terutama dalam hal kemaritiman. Khusus untuk wilayah maritim, perguruan tinggi (PT) menganggap memiliki potensi ancaman pada aspek Militer maupun Nir Militer.

“Kita melihat bagaimana teknologi kemaritiman baik kondisi yang ada di tengah masyarakat serta potensi-potensi persoalan yang ada di Kabupaten Sukabumi ini. Secara geografi kita melihat di sini banyak potensi alam, termasuk objek wisata seperti Palabuhanratu ini,” kata Tim Peneliti Unhan, Herlina Saragih, saat melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah di Aula Kantor Satpol PP, Palabuhanratu, Rabu (26/8/15).

Lebih lanjut Herlina mengungkapkan, dengan kondisi ini dibutuhkan kajian dan penelitian yang mendalam sebab Kabupaten Sukabumi punya potensi ancaman pada aspek Militer maupun Nir Militer. Sehingga melalui penelitian ini nantinya akan melahirkan rekomendasi sebagai langkah antisipasi serta memiliki model atau strategi untuk mengatasi ancaman kemaritimam. “Hal tersebut sekaligus menjadi pemetaan apa saja yang menjadi potensi konflik baik secara sosial ekonomi, budaya masyarakat di Kabupaten Sukabumi. Seperti yang dilakukan di daerah lain yang memiliki kesamaan di batas-batas maritim di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dosen Unhan, Tatar Bonar Solitonga menuturkan dalam penelitian tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pertahanan juga melibatkan pemerintah serta beberapa instansi terkait. Sedangkan dari Unhan, didukung dosen, peneliti, dan staf.


“Kita langsung di bawah Kementerian Pertahanan sehingga kita bisa memberikan informasi dari hasil penelitian, jika dipandang tepat nantinya bisa digunakan dalam implementasi upaya ketahanan negara Militer ataupun Nir Militer. Sedangkan sumber data kami dari instansi-instansi terkait, masyarakat dan tokoh agama, sehingga semuanya dapat dikroscek hingga menjadi komprehensif,” terangnya.

Menurut dia, dalam penelitian itu bisa didapat data yang valid sehingga bisa dianalisis, memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah atau pusat untuk bagaimana melakukan upaya yang baik mengantisipasi terhadap persoalan. Sebab dari penelitian yang dilaksanakan secara baik, pengambil keputusannya akan lebih yakin.

“Meskipun baru tingkatan pemda, namun nantinya bisa diaplikasikan di daerah-daerah lain yang potensi keamanannya sama seperti di Kabupaten Sukabumi,” jelas Tatar.

Menanggapi hal tersebut, Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Ari mengatakan, analisa ini merupakan upaya pencegahan pada persoalan yang nantinya bisa mengganggu keamanan nasional atau pun keutuhan NKRI.

Menurut dia, sosialisasi terkait persolan keutuhan berbangsa dan bernegara pun bisa terus dilakukan bersama-sama sebab lebih baik mencegah daripada menangani persoalan.¬†“Saya sepakat karena selama ini kami melakukan upaya-upaya pencegahan demi keutuhan NKRI, sedangkan hal ini merupakan upaya-upaya pencegahan,” singkatnya. (cr3/d)