Tersangka Bakar Alquran Diancam 6 Tahun Penjara

FOTO:WIDI/RADARSUKABUMI OLAH TKP : Anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota melakukan identifikasi di salah satu lahan perkebunan milik Eman yang dijadikan tempat penyiksaan dan pembakaran Alquran yang dilakukan tersangka Indra alias Raden pelaku penistaan agama, Rabu (26/8/15).
FOTO:WIDI/RADARSUKABUMI OLAH TKP : Anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota melakukan identifikasi di salah satu lahan perkebunan milik Eman yang dijadikan tempat penyiksaan dan pembakaran Alquran yang dilakukan tersangka Indra alias Raden pelaku penistaan agama, Rabu (26/8/15).
OLAH TKP : Anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota melakukan identifikasi di salah satu lahan perkebunan milik Eman yang dijadikan tempat penyiksaan dan pembakaran Alquran yang dilakukan tersangka Indra alias Raden pelaku penistaan agama

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi Kota masih menyelidiki kasus penistaan agama yang dilakukan Indra Okta Permana (35) alias Raden, warga Kampung Cisoka Balaraja, Tangerang itu. Siang Rabu (26/8/15), Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan di sekitar Bukit Gunungkarang di kawasan Kampung Gunungkarang, RT 3/11 Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi. Tepatnya di salah satu kebun yang dikelola Eman sekaligus korbannya si tersangka (Raden,red).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman mengatakan, tempat tersebut dijadikan tersangka sebagai tempat sesembahan serta pembakaran Alquran pada Senin (24/8/15) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
“Dari hasil olah TKP, kita temukan sisa-sisa bekas pembakaran Alquran yang nantinya akan dibawa untuk barang bukti,” ujar AKP Sulaeman kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Lahan perkebunan yang dijadikan tempat penyiksaan para korban oleh si tersangka ini cukup luas, dikelilimgi bukit, serta jauh dari pemukiman warga. Sehingga, lahan tersebut memang jarang dikunjungi warga, terkecuali Eman dan anaknya Tatang dan Agus yang sehari-hari bertanam di kebun milik warga Jakarta itu.
Dari hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan sisa Alquran yang sudah menjadi abu, dan sejumlah saksi baru yang nantinya akan diperiksa untuk tambahan penyelidikan kasus tersebut.

Pada pelaksanaan olah TKP kemarin, tersangka sengaja tidak dihadirkan. Karena dikhawatirkan jadi amukan massa yang masih geram dengan tingkah laku tersangka yang mengaku sebagai perwujudan Tuhan. Serta menganiaya warga, untuk menyembah tersangka.


“Takut terjadi hal yang tidak dinginkan, makanya kita tidak mendatangkan tersangka. Cukup dengan keterangan dari para saksi saja,” terangnya.

Seperti diketahui, sebelumnya tersangka ditangkap anggota kepolisian dari Polsek Cibereum pada Senin, (24/8/15) sore lalu, gara-gara kedapatan meminta salah seorang warga membakar kitab suci Alquran. Tersangka juga menganiaya dan memaksa satu keluarga yakni Eman (60) dan kedua anaknya Tatang (38) dan Dewi (30), untuk sujud kepada dirinya.

Warga yang melihat pun langsung geram, dan memukul tersangka hingga hampir pingsan. Beruntung, anggota Polsek Cibereum segera datang, dan mengamankan tersangka yang juga pengangguran. Hingga pada malam harinya sekitar pukul 21.30, tersangka dibawa ke Polres Sukabumi Kota guna menghindari amukan massa.
Masih kata Sulaeman, kepada warga setempat tersangka mengaku sebagai perwujudan Tuhan. Dia menyebarkan ajaran sesat kepada satu keluarga, serta meminta kepada penganutnya itu untuk menyembah matahari dan tidak menjalankan ibadah salat. Bahkan pelaku yang juga tersangka itu memaksa para korbannya membakar Alquran dan mengancam jika keinginannya tidak terpenuhi korban akan disiksa dengan sadis.

“Para korban ini disiksa ditendang-tendang dan dinjak, karena menurutnya mereka sudah berdosa menyembah Tuhan lain dan harus meminta ampun kepadanya yang juga seorang perwujudan dari Tuhan,”ungkap Sulaeman.
Ada tiga mushaf Alquran yang dibakar tersangka. “Namun, yang berhasil dibakar hanya dua Al-quran saja, lantaran keburu ketahuan oleh warga,”bebernya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya akan memanggil psikiater untuk mengetahui kejiwaan tersangka. “Secepatnya kita akan memanggil psikater untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 11 Kampung Gunungkarang, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Tomi (50) mengaku jika ia tidak begitu mengenal Raden. Pasalnya, tersangka merupakan pendatang yang sedang berkunjung ke Agus.

“Enggak kenal, dan dia juga baru di kampung ini satu minggu,” terangnya.
Menurutnya, saat ditangkap warga, tersangka mengaku jika ia merupakan perwujudan Tuhan dan menyuruh untuk menyembah matahari.

“Peristiwa itu terjadi pada Senin (24/8/15) sekitar pukul 15.00 WIB, Dewi berteriak meminta tolong kepada warga kami lantaran tidak tega melihat ayahnya yang sudah tua diinjak-injak oleh tersangka,”tuturnya.
Mendengar laporan tersebut, warga pun berbondong-bondong ke kebun yang dikelola Eman (ayah Dewi,red) dan keluarganya. Benar saja, saat di TKP, Alquran pun sedang dibakar.

“Yang membakar saudara Agus, karena dia diancam oleh tersangka untuk membakar Alquran. Mungkin takut dengan ancamannya, Agus pun menuruti perintah tersangka. Bahkan korban lainnya Dewi pernah bilang kalau dia juga sempat menjadi korban pemerkosaan oleh tersangka,”ulas Tomi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 156 a tentang Penistaan Agama jo dan atau Pasal 351 Tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (wdy/t)