Tak Kunjung Hujan, MUI Wacanakan Salat Istisqa

SURAT: Ketua Panitia Kegiatan, Dede Nurdin saat menunjukkan surat edaran yang telah disebarkan kepada jamaah, baik di lingkungan pemerintah, Polri, TNI, pelajar dan masyarakat untuk salat Istisqa.
SURAT: Ketua Panitia Kegiatan, Dede Nurdin saat menunjukkan surat edaran yang telah disebarkan kepada jamaah, baik di lingkungan pemerintah, Polri, TNI, pelajar dan masyarakat untuk salat Istisqa.
SURAT: Ketua Panitia Kegiatan, Dede Nurdin saat menunjukkan surat edaran yang telah disebarkan kepada jamaah, baik di lingkungan pemerintah, Polri, TNI, pelajar dan masyarakat untuk salat Istisqa.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Kondisi cuaca kemarau yang masih belum berakhir membuat sejumlah kalangan merasa khawatir, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi yang merencankan akan menggelar salat Istisqa pada 28 Agustus mendatang di Lapang Merdeka sekira pukul 13.00 WIB.

“Insya Allah hari Jumat (28/8/15), kita akan menggelar pengerahan jamaah Istisqa tingkat Kota Sukabumi. Pasalnya, kota yang bermayoritaskan Islam dan dikenal sebagai kota religius, menghadapi situasi sulit seperti musibah kekeringan sekarang ini. Tentunya mari kita tundukkan kepala tengadahkan tangan memohon kepada Allah yang Maha Pengasih,” ujar Ketua Panitia Kegiatan, Dede Nurdin kepada Radar Sukabumi, Rabu (26/8/15).

MUI juga menyerukan kepada jamaah, baik di lingkungan pemerintah, Polri, TNI, pelajar dan masyarakat untuk melakukan salat mohon turun hujan. Sebelum melaksanakan salat Istisqa dianjurkan semua jamaah memperbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukannya. Salat Istisqa tentunya harus dilaksanakan dengan khidmat, keprihatinan dalam keadaan memelas dan merendahkan diri serendah-rendahnya kepada Allah SWT, tidak boleh banyak bicara baik ketika perjalanan, duduk maupun menunggu.

“Hukum salat Istisqa adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi yang terkena musibah kekeringan yang berakibat kelangkaan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Semuanya harus dilakukan dengan sangat khusyuk dan hening,” katanya.


Masih kata pria yang menjabat sebagai Kabag Kesra Pemkot Sukabumi itu, kendati di Kota Sukabumi belum dirasakan kekeringan yang sangat begitu parah. Akan tetapi doa dalam salat nanti dipanjatkan juga bagi kaum muslimin yang saat ini tengah mengeluhkan akan air tersebut. Mudah-mudahan langkah ini dapat dikabulkan sesuai keridoan Allah SWT.

“Meskipun Kota Sukabumi tidak terlalu sulit air untuk saat ini, akan tetapi kita doakan saudara-saudara sesama muslim yang memang saat ini sangat membutuhkan air yang cukup, agar segera bisa terpenuhi, salah satunya dengan turun hujan,” sambungnya.

Sebelumnya, kata Dede, beberapa fenomena kekeringan yang melanda hampir semua daerah di Indonesia, tak kunjung turunnya hujan menyebabkan sumber air desa menjadi kering. Warga desa kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari, kita juga khawatir akan terjadi gagal panen, begitu juga usaha desa seperti perkebunan, peternakan, perikanan darat, dan lainnya akan ikut terganggu atau berhenti. “Mudahan-mudahan apa niatan dan rencana kita sesuai dengan keridoan Allah SWT,” harapnya. (lan/d)