Paman dan Keponakan Tewas Usai Pesta Miras

C PLUS GRAFIS

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Tragis, seorang paman dan keponakan yang juga warga Kampung Cisaat RT 07/ RW 02, Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi tewas, setelah berpesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya di rumah kosan sang paman di Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi yang dilakukan Minggu (23/8) pada pukul 16.00 WIB.

Irwansyah alias Bakwaw (34), dan Sapnawati (19) ini tewas pada Selasa (25/8) sore hari, pasca dirawat beberapa jam di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Hari alias Tompel (30) yang juga teman korban yang ikut kumpul pada saat pesta miras mengaku, korban (Irwansyah, red) mengajak teman-temannya yakni DN, D, dan Y untuk kumpul di kosan miliknya yang berada di Jalan Tegalparu, Kampung Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sekitar pukul 16.00 WIB pada Minggu (23/8) untuk minum-minuman keras.


Di kosan itulah, pesta miras digelar. D, DN, Y, Irwan dan Sapna membawa empat botol miras merek Mcdonald yang di beli dari H alias Bunda alias Cici yang tidak jauh dari kosan korban.
“Waktu diajak itu, saya ke kosannya. Tetapi saya enggak ikut minum, cuman ngobrol-ngobrol saja,” ujar Tompel kepada Radar Sukabumi, Selasa (25/8).

Tidak hanya berhenti sampai di situ, sekitar pukul 17.00 WIB, korban dan teman-temannya kembali berpesta miras di lokasi yang berbeda yaitu di kawasan Jalur, Desa Mangkalaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dengan meminum dua botol miras merek Mcdonald yang dicampur dengan minuman soda Big Cola.

Usai minum, sekitar pukul 18.00 WIB, korban dan teman-temannya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun Irwan dan Sapna masih melanjutkan pesta mirasnya di kosan pamannya tersebut, hingga Senin (24/8) pukul 05.00 WIB.

“Sudah dari Jalur itu, saya sempat ke kosan Irwansyah dulu, ada Sapna juga. Terus mereka berdua masih lanjut minum-minumnya, kalau saya waktu itu langsung pulang ke rumah,” terangnya.
Masih kata Hari, usai melakukan pesta miras, ia mendapat telepon dari temannya untuk mengabarkan jika Sapna mengalami sakit perut dan mual-mual sehingga pada Senin (24/8) malam, Sapna dibawa ke RSUD Syamsudin untuk mendapat perawatan. Sementara pamannya pada Selasa (26/8), juga sempat merasakan sesak di dada, lalu dirujuk ke rumah sakit yang sama dengan Sapna.

Ironisnya, kedua nyawa tersebut tak bisa tertolong, hingga Selasa malam kemarin keduanya tewas dengan selang waktu satu menit. Kedua jasad korban pun langsung dibawa ke rumah duka di Cisaat untuk segera dimakamkan.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba (Sat Narkoba) Polres Sukabumi Kota AKP Supeno membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, sesuai informasi di masyarakat dan penyelidikan anggota Polsek Cisaat kedua korban yang masih satu keluarga ini tewas usai menggelar pesta miras selama dua hari.

Namun, pihaknya belum memastikan keduanya tewas akibat miras oplosan atau bukan.
“Dari hasil informasi memang saat pesta miras minumannya sempat dioplos dengan minuman soda Big Cola, tetapi kita belum bisa memastikan secara pasti penyebab dari kematian korban sendiri. Namun kemungkinan keduanya tewas akibat over dosis minuman keras karena mereka berdua terus minum miras selama dua hari mulai Minggu sore sampai Senin pagi,” terangnya.

Pihak kepolisian pun langsung menggeledah kosan korban dan ditemukan barang bukti botol minuman keras Mcdonald sebanyak 14 botol dan satu botol Big Cola. Tidak hanya itu, anggota Sat Narkoba Polres Sukabumi Kota dibantu Polsek Cisaat juga menggeledah rumah penjual miras yang tak jauh dari kosan milik korban, Irwan. Sayangnya, pemilik miras sudah melarikan diri sebelum dilakukan penggeledahan.

“Sudah kabur terlebih dahulu pelaku berinisial H ini, tetapi ada beberapa barang bukti yang diamankan seperti botol miras Mcdonald dan buku catatan penjualan miras dan sudah kita sita,” ujarnya.

Selain mengumpulkan barang bukti, pihaknya pun sudah memanggil empat orang saksi yaitu teman-teman korban yang pada saat itu ikut minum bersama korban untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk saat ini belum ada dijadikan tersangka, karena kita belum tahu, korban ini memang tewas karena miras oplosan atau bukan dan kalau memang korban miras oplosan, minumannya itu di oplos oleh penjual atau sendiri kalau sendiri berarti itu termasuknya kelalaian. Tetapi untuk penjual miras ini kita hanya kenakan Perda tentang Miras dan hanya tindak pidana ringan (tipiring) saja,” terangnya. (wdy/cr5/t)