Jamaah Haji Asal Cisaat Meninggal di Masjid Nabawi

KOL 1LOGO HAJI copy

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jamaah haji asal Kabupaten Sukabumi, Rukoyah (48) binti Kamam, warga Kampung Cicadas, Kecamatan Cisaat meninggal dunia setelah menjalankan salat di Masjid Nabawi, Madinah waktu setempat. Rencananya jenazah akan dikebumikan di Madinah.

“Bukan di embarkasi meninggalnya, tapi almarhumah meninggal di Masjid Nabawi, Madinah,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Sukabumi, Hasen Chandra kepada Radar Sukabumi, rabu (26/8).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum menghembuskan napas terakhir, almarhumah dan suaminya tengah melaksanakan salat subuh berjamaah. Kondisinya nampak sehat dan bugar saat menjalankan ibadah tersebut. Ia baru diketahui meninggal saat tengah berdiri hingga akhirnya terjatuh.


“Ibu Rukoyah ini meninggal saat sedang salat subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Sebelumnya tidak ada riwayat sakit yang diderita almarhumah,” imbuhnya.

Disinggung akankah jasad Rukoyah dipulangkan ke kampung halamannya, Hasen menyebutkan jenazah Rukoyah akan dikebumikan di Madinah, jaraknya tak jauh dari Masjid Nabawi. Hal itu sudah biasa jika ada jamaah haji yang meninggal dunia dan sebagai bentuk penghargaan.

“Biasanya jamaah haji yang meninggal akan dikebumikan di sana. Insya Allah beliau mati syahid,” bebernya.

Menurutnya, sebelum semua jamaah berangkat, terlebih dahulu kesehatan mereka dicek oleh tim medis. Jamaah yang berangkat merupakan jamaah yang kondisinya sehat.

“Kalau beliau ada penyakit, tentu tidak akan bisa berangkat. Kematian ini tentu saja sudah menjadi takdir dari Allah SWT,” jelasnya.

Kasi Haji dan Umroh pada Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi itu juga mengaku, jamaah haji asal Kabupaten Sukabumi lainnya yang kini tengah berada di Tanah Suci dalam keadaan sehat, dan tidak ada hambatan apapun. Kini, ia tengah mempersiapkan keberangkatan jamaah gelombang kedua dan ketiga, pada tanggal 11 dan 16 September mendatang.

Sementara itu, meninggalnya satu CJH asal Kabupaten Sukabumi itu menambah rentetan tamu Allah SWT yang meninggal dunia di Tanah Suci. Hingga berita ini diturunkan, secara nasional tercatat ada tiga CJH meninggal dunia. Pertama Rukoyah (48) binti Kamam, warga Kampung Cicadas, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kemudian, satu orang berasal dari Pacitan yang berangkat dengan kloter empat, dan sisanya adalah jamaah haji asal Surabaya yang berangkat melalui kloter lima.

Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya Farmadi Hasyim menjelaskan kabar duka tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, jamaah asal Surabaya meninggal sesaat sebelum pesawat mendarat di bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah. Yaitu sekitar pukul 06.05 waktu setempat. “Katanya meninggal dunia karena penyakit jantung,” tuturnya.

Jamaah bernama Chamdanah itu merupakan anggota Kelompok Bimbingan Ibadah haji (KBIH) Darus Syifa. Jenazah perempuan kelahiran 30 Agustus 1955 itu kemudian dikebumikan di tanah suci. CJH embarkasi Surabaya yang meninggal di Tanah Suci adalah Suparti. Perempuan 60 tersebut merupakan CJH asal Pacitan yang tergabung di kloter empat.”Sepertinya karena kelelehan,” kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Pacitan Siti Aisyah.
Aisyah menuturkan, berdasarkan informasi yang dia terima, Suparti meninggal beberapa jam setelah mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz sekitar pukul 03.05 waktu setempat.

Ceritanya, setelah turun dari pesawat, Suparti bergegas mencari koper miliknya. Selanjutnya, dia menuju penginapan. “Ketika mau membereskan barang, tiba-tiba sesak napas,” ujar Aisyah.

Selanjutnya, sekitar pukul 06.00, istri dari Ismadi itu meninggal dunia. Menurut Aisyah, ketika tes kesehatan di Asrama Haji Surabaya, Suparti dinyatakan sehat oleh tim medis embarkasi Surabaya. Sama seperti Chamdanah, Suparti juga dikebumikan di Arab Saudi. (radar sukabumi)