Cie, Pemkot Berharap Jadi Kota Peduli HAM

SERIUS: Wali Kota Sukabumi, M. Muraz dan Wakil Wali Kota, Achmad Fahmi saat kegiatan Diseminasi HAM bagi Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Manusia (Ranham) Kota Sukabumi di Gedung Setda
SERIUS: Wali Kota Sukabumi, M. Muraz dan Wakil Wali Kota, Achmad Fahmi saat kegiatan Diseminasi HAM bagi Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Manusia (Ranham) Kota Sukabumi di Gedung Setda
SERIUS: Wali Kota Sukabumi, M. Muraz dan Wakil Wali Kota, Achmad Fahmi saat kegiatan Diseminasi HAM bagi Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Manusia (Ranham) Kota Sukabumi di Gedung Setda

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Menghadapi peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh pada 10 Desember 2015 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi optimis masuk dalam kategori Kota Peduli HAM. Sebagai bentuk evaluasi pemenuhan hak-hak asasi manusia tersebut, pemkot terus ikut serta dalam pencanangan dan memenuhi kriteria yang ditentukan dalam Permenkumham No 11 Tahun 2013 tetang Kota Peduli HAM. Hal tersebut dilontarkan Wali Kota Sukabumi, M. Muraz dalam sambutannya di kegiatan Diseminasi HAM bagi Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Manusia (Ranham) Kota Sukabumi di Gedung Setda, Rabu (26/8/15).

“Insya Allah kita masuk dalam kategori tersebut. Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden No 75 tahun 2015 tentang Ranham tahun 2015-2019 yang merupakan pelaksanaan program Ranham lanjutan dari program Ranham 2011-2014 itu tentunya, kami terus berupaya dalam memaksimalkan peranan daerah,” ujarnya.

Dikatakan Muraz, hingga kini pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan yang merupakan implementasi dari pelaksanaan HAM secara luas. Sehingga setiap kegiatan yang ada, tidak terlepas dari pemenuhan terhadap hak-hak dasar masyarakat. Berbagai pencapaian dalam kegiatan tersebut tentu belumlah cukup untuk menunjang pemenuhan seluruh hak-hak dasar masyarakat. Akan tetapi tidak kebutuhan masyarakat yang paling vital dapat terpenuhi dengan baik.

“Kami tetap optimis dalam pelayanan HAM di Kota Sukabumi jauh lebih baik. Akan tetapi, kami pun terus melakukan berbagai upaya peningkatan kerja, baik dari pelayanannya maupun dari aspek lain,” katanya.


Masih kata Muraz, HAM merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri setiap manusia bersifat universal dan langgeng. Oleh karena itu harus dihormati, dipenuhi, dilindungi, ditegakkan, dan dimajukan untuk menciptakan kesejahteran kedamaian, ketentraman dan keadilan bagi seluruh masyarakat. Layaknya kemerdekaan yang bukan terlepas dari penjajah saja, tetapi kemerdekaan atau kebebasan dalam mengemukakan pendapat, bergerak, memilih dan aktif di organisasi dalam menjalankan agama dalam berkarya.

“Sudah 70 tahun silam kita merdeka, maksud kebebasan tersebut yang seimbang yaitu kebebasan sepanjang tidak merugikan orang lain di atas hak kita terdapat hak orang lain yang merupakan kewajiban seluruh kalangan,” tukasnya. (lan/d)