BB Kini Diantar ke Pemilik

LAUNCHING SIANTAR: Kajari Cibadak, Diah Ayu L Akbari melakukan potong pita serta menyiramkan air dari kendi ke mobil Siantar yang digunakan untuk mengantar barang bukti (BB) kepada pemiliknya.
LAUNCHING SIANTAR: Kajari Cibadak, Diah Ayu L Akbari melakukan potong pita serta menyiramkan air dari kendi ke mobil Siantar yang digunakan untuk mengantar barang bukti (BB) kepada pemiliknya.
LAUNCHING SIANTAR: Kajari Cibadak, Diah Ayu L Akbari melakukan potong pita serta menyiramkan air dari kendi ke mobil Siantar yang digunakan untuk mengantar barang bukti (BB) kepada pemiliknya.

POJOKJABAR.id, CIBADAK – Layanan pengiriman barang hingga tempat tujuan, kini bukan hanya dilakukan perusahaan jasa kirim antar barang saja. Sebab, hal serupa juga dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, setiap barang bukti (BB) hasil tindak pidana umum yang sudah diputuskan pengadilan akan diantarkan langsung ke rumah pemilik.

Program pengembalian BB ini dinamakan ‘Siantar’. Dalam pelaksanaannya, BB akan diantar menggunakan unit mobil yang diberikan dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kejari Cibadak merupakan salah satu instansi yang menerima penambahan aset dari Kejagung dalam kendaraan operasional. Kendaraan ini akan menunjang program pemerintah dengan tagline ‘Ayo Kerja’, melalui program pengembalian barang bukti antar langsung kepada pemilik yang berhak sesuai dengan putusan pengadilan berkekuatan hukum,” ujar Kajari Cibadak, Diah Ayu L Akbari dalam launching mobil Siantar, di halaman Gedung Kejari Cibadak, Jalan Karangtengah Desa Karangtengah Kecamatan Cibadak, Rabu (26/8/15).

Ia menambahkan, para pemilik BB tidak akan dipungut biaya apapun, sebab dalam program tersebut telah ada alokasi anggaran dari Kejagung. Hanya saja untuk awal ini jangkauan pengiriman dibatasi 50 kilometer dihitung dari titik nol kilometer Kejari Cibadak. Sedangkan untuk jarak di atas 50 kilometer, Kejari akan membuat kebijakan yang dirumuskan dalam waktu dekat ini.


“Pemilik barang bukti nanti tidak harus mendatangi kantor kejaksaan untuk mengambil barang miliknya, karena petugas akan langsung mengantarkannya. Tapi kalau ada masyarakat yang dekat dari kantor kejaksaan, terus mau datang ke kantor bisa juga. Karena, meskipun sudah ada Siantar, pelayanan di kantor tetap berjalan,” jelasnya.

Ia menegaskan, adapun BB yang akan diantar itu yang perkaranya sudah inkrah di pengadilan dengan dibuktikan dengan surat putusan. “Kejaksaan yang mendapatkan kendaraan operasional Siantar ini se-Jawa Barat hanya ada dua kejaksaan, yakni Kejaksaan Cibadak dan Indramayu. Sedangkan untuk tingkat nasional, ada 40 kejaksaan yang menerima kendaraan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, dalam peluncuran program tersebut, Diah Ayu melepaskan kendaraan yang membawa sepuluh jenis BB untuk diantarkan ke alamat pemiliknya masing-masing. Barang-barang yang akan diantarkan itu antara lain berupa sepeda motor, barang eklektronik, komputer, dan kipas angin. Sesuai perintah pengadilan, walaupun kipas angin kecil, BB tersebut tetap harus diantarkan kepada pemiliknya. (ren)