Undian Nomor Urut Gunakan Payung

GEMBIRA: Tiga pasangan cabup-cawabup Sukabumi menunjukkan nomor urut masing-masing. Mereka didampingi para tim sukses di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalan Jenderal Sudirman, Blok Perkantoran Jajaway, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi
GEMBIRA: Tiga pasangan cabup-cawabup Sukabumi menunjukkan nomor urut masing-masing. Mereka didampingi para tim sukses di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalan Jenderal Sudirman, Blok Perkantoran Jajaway, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Ketiga pasangan calon bupati – wakil bupati (cabup-cawabup) Sukabumi periode 2015-2020, kini sudah memiliki nomor urut. Pengundian nomor urut yang dijaga ketat jajaran Polres Sukabumi tersebut, berlangsung dalam rapat pleno penentuan nomor urut cabup-cawabup Sukabumi di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalan Jenderal Sudirman, Blok Perkantoran Jajaway, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/15).

Pantauan Radar Sukabumi, ketiga pasangan itu menggunakan pakaian andalannya masing-masing. Pasangan Totong Suparman – Murtadho Tafrihan (Totong – Adho), mengenakan pakaian santai lengkap dengan topi kodok ala Ujang Preman Pensiun. Sedangkan, pasangan Marwan Hamami – Adjo Sardjono (Marwan – Adjo) mengenakan jas hitam dengan kacamata dan peci hitamnya. Sementara Akhmad Jajuli – Iman Adinugraha (Jajuli – Iman) mengenakan koko putih bersorban batik dan peci hitam.

Sebelum menentukan nomor urut masing-masing yang dipasang pada payung warna ungu, ketiga calon wakil bupati memilih nomor urut, untuk memilih yang ditulis dalam kertas dalam bola warna ungu.
Adjo mendapatkan kesempatan pertama, Iman mendapatkan kesempatan kedua dan Adho mendapatkan kesempatan terakhir. Namun saat payung tersebut dibuka secara bersamaan, pasangan Totong Suparman – AM Murtadho Tafrihan (Adho) mendapatkan nomor urut 1, pasangan Marwan Hamami – Adjo Sardjono nomor urut 2 dan pasangan Akhmad Jajuli – Iman Adinugraha nomor urut 3.

Sontak, para pimpinan partai pengusung, tim sukses relawan dan simpatisannya masing-masing sorak sorai meneriakkan nomor jagoannya.
Bahkan pasangan Totong-Adho langsung mendendangkan lagu dilengkapi musik nasyid menggunakan tape yang dibawa tim suksesnya.


“Hiji..hiji..hiji..hiji pilih nomor hiji. Jang Sukabumi, pilih nomor hiji,” bergitu gemuruh sorak sorainya. Begitupun dengan dua pasangan lainnya. Seperti yang dilantunkan tim sukses dan relawan pasangan Marwan-Adjo dan Jajuli-Iman.

Ketiganya juga menyampaikan filosofinya masing-masing. Menurut calon bupati nomor urut 1, Totong, nomor 1 merupakan nomor paling unggul dibanding yang lain. “Nomor 1 itu bermakna 1 kata, 1 hati, dan 1 tujuan. Karena nomor 3 itu sekda, 2 wakil bupati, dan 1 itu bupati. Berarti, kalau mau memilih bupati ya pilih nomor 1. Ngahijikeun jang kamajuan Sukabumi,” tandasnya.

Begitupun yang disampaikan Calon bupati Sukabumi nomor urut 2, Marwan Hamami, nomor 2 itu mengibaratkan dirinya dengan pasangannya Adjo Sardjono. “Saya tidak akan bekerja sendiri, tetapi akan bekerja bersama-sama. Karena Allah SWT menurunkan makhluknya serba berpasang-pasangan. Setiap pasangan itu selalu berdua, dan calon bupati dan wakil bupati juga berdua maka pilihlah nomor 2,” imbuhnya.

Senada disampaikan cabup Sukabumi nomor urut 3, Akhmad Jajuli, nomor urut 3 itu memiliki filosofi yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari. “Angka 3 itu memiliki filosofi nista, maja, utama juga Iman Islam Ikhsan. Rasulullah SAW selalu suka nomor ganjil seperti makan kurma juga 3 buah. 1, 2, 3. 1 dibuka, 2 dilihat, 3 dicoblos. Jadi yang dicoblos di TPS itu nomor 3,” tandasnya.

Setelah penetapan nomor, para calon pun langsung memetakan jadwal kampanye dan sosialisasi masing-masing.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Dede Heryadi mengaku senang dengan lancar, tertib dan amannya pengundian nomor tersebut. “Alhamdulillah pengundian nomor urut cabup dan wabup Sukabumi berjalan lancar, kita tinggal mengagendakan kampanye,” katanya.

Menurut Dede, pengundian menggunakan media payung tersebut menggambarkan simbol kekuasaan yang melindungi rakyatnya. Karena payung dapat diartikan sebagai alat yang meneduhkan suasana ketika suasana politik sedang panas. Bahkan dirinya mengaku tidak ada pasangan calon atau tim sukses yang merasa keberatan. (ryl)