Pemkot Optimis Penyerapan Anggaran 100 Persen

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Tingkat penyerapan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, memasuki triwulan ketiga sudah mencapai di atas 70 persen. Artinya, pemkot optimistis tingkat penyerapan bisa mencapai 100 persen hingga akhir tahun sesuai perencanaan. “Kalau hitung-hitungan, tingkat penyerapan APBD murni sudah di atas 50-70 persen. Kita optimistis sampai akhir tahun bisa terserap karena kita menerapkan pola anggaran yang optimistis,” kata Sekda Kota Sukabumi, Hanafie Zain kepada Radar Sukabumi.

Kalaupun nanti ada silpa (sisa lebih penghitungan anggaran), lanjut Hanafie, itu lebih ke arah efisiensi. Artinya, ada penganggaran yang di luar prediksi. “Misalnya, kita menganggarkan suatu kegiatan sebesar Rp20 miliar. Tapi, setelah dilelang hanya Rp18 miliar. Nah, lebihnya yang Rp2 miliar itu masuk dalam silpa. Ada juga silpa yang berasal dari luar prediksi. Contohnya sewa kios pedagang di Pasar Pelita. Dari awal kita tak memperhitungkan akan ada uang sewa. Sesuai kesepakatan, ternyata ada uang sewa yang terkumpul sebesar Rp4 miliar. Itu juga nanti masuk dalam silpa yang tak diprediksi,” jelasnya.

Hanafie mengklaim tingkat penyerapan anggaran di Pemkot Sukabumi berada di atas rata-rata nasional. Menurutnya, masih rendahnya tingkat penyerapan anggaran yang tak sesuai waktu di sejumlah daerah kemungkinan karena ada keraguan dari setiap SKPD untuk melaksanakan kegiatan. “Tapi, rata-rata yang tingkat penyerapan anggarannya rendah itu terdapat di wilayah yang kepala daerahnya bermasalah. Tingkat penyerapannya ada yang di bawah 20 persen, bahkan ada yang baru 5 persen,” ungkapnya.

Tahun ini besaran APBD Kota Sukabumi sebesar Rp1 triliun lebih. Alokasi penganggaran paling besar terdapat pada belanja modal dan pegawai. “Belanja modal dan belanja pegawai itu besarannya fifty-fifty. Kita tak selalu menggunakan DAU untuk belanja pegawai,” pungkasnya. (bal/d)

Feeds