KAC Harus Jadi Kawasan Unggulan

MONEV: Walikota Sukabumi, M. Muraz menyampaikan materi dalam pelaksanaan monev dan rakor pembahasan KAC di Hotel Taman Sari
MONEV: Walikota Sukabumi, M. Muraz menyampaikan materi dalam pelaksanaan monev dan rakor pembahasan KAC di Hotel Taman Sari
MONEV: Walikota Sukabumi, M. Muraz menyampaikan materi dalam pelaksanaan monev dan rakor pembahasan KAC di Hotel Taman Sari

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Walikota Sukabumi M Muraz meminta Kawasan Agroeduwisata Cikundul (KAC) menjadi kawasan unggulan Kota Sukabumi. Hal tersebut terlihat dari gegalat pemkot yang terlihat serius membahas wacana pengembangan KAC. Berbagai proses penyuksesan harapan tersebut terus dilakukan. Salah satunya dengan kegiatan monitoring, evaluasi (monev) yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi, Selasa (25/8/15).

Saat ini Sukabumi merupakan salah satu kota yang memang merupakan jalur wisata di tingkat Provinsi Jawa Barat. Bahkan dalam ratingnya, Sukabumi merupakan jalur wisata utama antara Jalur Jakarta- Bogor-Sukabumi. Hal ini tentu diperhatikan secara serius di tingkat provinsi juga. “Dalam kegiatan monev ini yakni pembahasan rancangan serta tujuan pokok bahwa KAC akan menjadi salah satu kawasan unggulan. Tak hanya itu, agar mampu menjaring posisi yang kian diminati pengunjung khususnya wisatawan, dalam konsepnya pun kian dipersiapkan lebih serius” ujar Walikota Sukabumi, M. Muraz melalui Kasubag Humas Bagian Umum, Protokol dan Humas Pemkot Sukabumi, Benny Mustari, Selasa (25/8/15).

Menurut Beny, sudah selayaknya Kota Sukabumi kian tercium ke dunia luar akan pesona wisata yang menakjubkan. Apalagi, dalam kegiatan ini yakni memfokuskan salah satu upaya pemerintah daerah dalam pengelolaan serta memberikan informasi terhadap masyarakat luas.

“Mudah-mudahan apa yang diidam-idamkan masyarakat Kota Sukabumi khususnya dapat berjalan dengan tanpa ada hambatan sedikit pun. Termasuk nantinya akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di dunia wisata,” katanya. Di tempat yang sama, Kepala bidang Perekonomian BAPPEDA Kota Sukabumi, Novian menambahkan, pengembangan kawasan tersebut bukan hanya tanggung jawab satu SKPD (Dispertan dan KP) saja, akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk sosialisasi dan promosi wajib dilakukan. Kemudian perlu adanya dukungan dari setiap SKPD dan stakeholder agar rencana pengembangannya berhasil.


“Perlu adanya kesadaran dan kerja sama antar semua instansi di lingkungan Pemkot Sukabumi. Sehingga dalam pelaksanaannya lebih terarah dan tergabung dalam konsep kebersamaan,” tambahnya. Dikatakan Novian, salah satu kesepakatan hasil rakor bidang ekonomi pada triwulan 1, bahwa perlu diadakan rajor khusus terkait pengembangan KAC menjadi kawasan unggulan dan menetapkan sebagai salah satu indikator kinerja dalam RPJMD 2013-2018.

“Dalam pengembangan KAC ini SKPD yang harus membantu sesuai arahan Bapak Walikota dengan tupoksinya masing-masing yaitu, BAPPEDA, Dinas Tarkimsih, Disporaparekraf, Dinas P dan K, Diskoperindag, Dinsosnakentran, DP2KAD dan yang lainnya yang memang masih ada keterkaitan dalam hal ini,” terangnya. (lan/d)