Demo Warnai Peresmian Gedung PT SCG

DIJAGA KETAT APARAT: Ratusan demonstran yang tergabung dalam FWSM menolak keberadaan Semen Jawa di Sukabumi
DIJAGA KETAT APARAT: Ratusan demonstran yang tergabung dalam FWSM menolak keberadaan Semen Jawa di Sukabumi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Lagi, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Sirnaresmi Melawan (FWSM), melakukan aksi penolakan keberadaan PT. Siam Cement Grup (SCG) atau Semen Jawa di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/15).

Aksi yang didampingi Wahana Lingkungan Hidup Indonesis (Walhi) Jawa Barat, Fraksi Rakyat dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tersebut dilakukan disaat Bupati Sukabumi, Sukmawijaya hendak meresmikan operasional bangunan PT SCG.

Jajaran Polres Sukabumi dan Satpol PP pun mengawal ketat jalannya aksi unjuk rasa tersebut. Akibatnya, lalulintas pun terganggu lantaran warga membludak ke badan jalan.

Dalam orasinya, salah seorang warga Sirnaresmi, Andri mengatakan, warga meminita hak sebagai warga untuk dapat mengakses informasi. Diantaranya, dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin lingkungan. Karena warga menduga perusahaan yang d bangun oleh negara Tahiland itu, berdampak pada lingkungan.


“Kami di sini ingin bertemu Bapak Bupati Sukabumi. Kami ingin menyampaikan tuntutan dan menyampaikan apa yang dikeluhkan warga di sekitar pembangunan pabrik semen ini. Makanya akan kami tunggu,” kata Andri.

Semantara itu, Bupati Sukabumi Sukamawijaya usai menghadiri soft launching PT Semen Jawa menjelaskan, ia memaklumi kekhawatiran warga yang beralasan. Sebab, secara psikologis perusahaan itu dekat dengan pemukiman warga dan ini merupakan sesuatu yang wajar.

“Tetapi, saya sampaikan bahwa pabrik ini sudah dirancang jauh-jauh hari terutama yang berkenaan dengan dampak. Perusahaan ini sudah memiliki izin secara cermat dan lengkap, kami siap diaudit apabila ada kesalahan dari sisi perizinan. Kami sebagai pemerintah tidak akan berdiam diri jika ada dampak buruk yang ditimbulkan dari perusahaan ini,” jelasnya.

Bupati yang tinggal dua hari lagi ini meminta agar warga tidak perlu khawatir yang berlebih. Sebab, perusahaan tersebut mampu mengatasi dampak yang akan timbul pada masyarakat.

“Kami tidak mau masyarakat memiliki pikiran di umbang-ambing tanpa mendasar. Saya berharap seluruh elemen dapat membantu untuk menjelaskan pada warga supaya memahami bahwa, bangsa ini memerlukan investasi di saat didera ekonomi sangat berat,” pungkasnya seraya meninggalkan kerumunan warga. (cr5/t).