Bupati Minta Seminarkan Hasil Penelitian HMI

SILATURAHMI: Bupati Sukabumi, Sukmawijaya (tengah) berdiskusi dalam silaturahminya dengan pengurus HMI Cabang Sukabumi di KAHMI Center, Cikundul, Kota Sukabumi, belum lama ini
SILATURAHMI: Bupati Sukabumi, Sukmawijaya (tengah) berdiskusi dalam silaturahminya dengan pengurus HMI Cabang Sukabumi di KAHMI Center, Cikundul, Kota Sukabumi, belum lama ini

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Bukan hanya dari kalangan akademisi dan pengamat politik, hasil penelitian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi soal pembangunan dan partisipasi masyarakat menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 juga diapresiasi Bupati Sukabumi, Sukmawijaya. Bahkan, bupati dua periode ini meminta agar hasil penelitian HMI tersebut tidak hanya menjadi isu belaka.

“Hasil penelitian ini lebih baik segera diseminarkan. Apalagi penelitian ini menyangkut masa depan Kabupaten Sukabumi. Sebagai bupati saya mengapresiasi hasil karya ilmiah HMI, meskipun secara organisasi saya tetap memberikan dukungan kepada pasangan Totong-Adho,” katanya dalam silaturahmi dengan HMI dan Korp Alumni HMI (KAHMI) di KAHMI Center, Cikundul Kota Sukabumi, akhir pekan kemarin.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi, Wahyu Ginanjar menjelaskan, berdasarkan hasil musyawarahanya, pihaknya berencana akan mengundang pihak lain dalam mendiskusikan hasil penelitiannya itu. “Rencananya Minggu (30/8/15) kami akan membuat diskusi publik dengan mengundang para calon dan tim sukses untuk mendiskusikan hasil penelitian kami. Mudah-mudahan hasil karya ilmiah kami bisa dipahami meskipun ada pihak yang menolak,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, hingga kini HMI masih dalam posisi independen. Kendati sudah memunculkan hasil penelitian pembangunan dan partisipasi politik menjelang pilkada serentak 2015, yang menghasilkan pasangan Jajuli-Iman unggul, namun HMI tetap berjalan sesuai dengan koridor organisasi kemahasiswaan yang independen.


“Jika hasil itu ada yang berpikiran kami didanai oleh pemenang itu tidak benar. Kami menggunakan dana pribadi hasil patungan. Kalau belum sempurna karena respondennya hanya 200 orang. Jelas kami memiliki keterbatasan. Apalagi itu penelitian perdana dan akan dilakukan penelitian lanjutan bulan depan (baca terbitan Radar Sukabumi edisi Kamis-Jumat, 20-21/8/15),” beber Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi.

Selain meneliti soal popularitas dan elektabilitas para kandidat, masih kata Wahyu, HMI juga meneliti tingkat pengetahuan masyarakat tentang kapan dilaksanakannya pilkada serentak, dan prioritas pembangunan Pemerintahan Kabupaten Sukabumi. “Ternyata hasil penelitian kami menunjukkan bahwa sebanyak 73 persen masyarakat Kabupaten Sukabumi belum mengetahui kapan dilaksanakannya pilkada. Hasilnya akan menjadi rekomendasi kepada pihak penyelenggara terutama KPU untuk terus mensosialisasikan pilkada di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan penelitiannya, pemerintah masih rendah memberikan perhatian kepada kaum fakir miskin. Prioritas pembangunn Pemerintah Kabupten Sukabumi masih di angka 33 persen. Masyarakat berharap, adanya peningkatan kesejahteraan ekonomi dan infrastruktur jalan yang mencapai 19 persen. Sedangkan perhatian kepada masyarakat miskin hanya 15 persen. “Semua hasil penelitian itu akan direkomendasikan kepada pemerintah dan calon kepala daerah yang akan meneruskannya,” jelasnya.

Lantaran, mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of control (agen kontrol) yang harus terus melakukan kontrol sosial dan kontrol kebijakan publik. Sehingga apa yang menjadi program atau visi misi pemerintah sebagai mana yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP).

“Mudah-mudahan pilkada kali ini kompetitif dan sehat. Sehingga bisa menghasilkan kepala daerah pilihan masyarakat dengan cara-cara sehat dan benar,” tukasnya. (*/ryl)