Peminat Ikan Turun

POJOKJABAR.id, WARUDOYONG – Kenaikan harga bahan makanan dan kebutuhan pokok yang terjadi di beberapa daerah sejak dimulainya dengan kenaikan harga sapi dan daging ayam, sepertinya membuat masyarakat lebih memilih untuk mengurangi konsumsi lauk pauk dalam kesehariannya. Hal ini menyebabkan penjualan ikan segar turut mengalami penurunan omzet akibat daya beli yang berkurang dari masyarakat. Padahal, hingga saat ini harga ikan segar di pasaran masih terbilang normal, hanya beberapa jenis ikan saja yang mengalami kenaikan. Berkurangnya minat pembeli akan ikan segar ini terlihat pada beberapa lapak pedagang ikan yang berada di Pasar Ciwangi, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi saat dikunjungi Radar Sukabumi, Senin (24/8/15).

Dayat (50), pedagang ikan segar yang ada di salah satu kios di Pasar Ciwangi ini, mengatakan, omzet penjualannya mengalami penurunan. Jika biasanya 40 hingga 50 kilogram ikan yang ia jual habis sejak pagi, kini hingga siang pun ikannya masih tersisa banyak. Hal ini membuat omzetnya berkurang menjadi Rp 800 hingga Rp 1 juta per hari, padahal sebelumnya bisa lebih dari jumlah tersebut. “Nggak tahu ya, jadi sepi aja. Pembelinya berkurang, padahal harga ikannya masih normal, cuma ikan nila aja yang naik,” paparnya.

Dari beberapa ikan yang dijualnya seperti ikan mas, ikan nila, ikan bawal, ikan lele dan ikan patin, hanya ikan nila saja yang mengalami kenaikan. Jika sebelumnya ikan jenis ini dihargai Rp20 ribu per kilogramnya, kini harganya naik hingga Rp22 ribu per kilogramnya. Sementara untuk ikan jenis lain harganya masih terbilang normal. Untuk ikan bawal ukuran sedang dihargai Rp20 ribu per kilogram, sedangkan untuk ikan bawal ukuran besar harganya mencapai Rp24 ribu rupiah per kilogram. Selain itu harga ikan lele masih sama dengan ikan nila, yakni Rp22 ribu per kilogram. Hingga kini harga ikan yang paling tinggi meskipun tidak mengalami kenaikan adalah ikan mas, yakni Rp25 ribu per kilogram.


Sementara itu, di tempat terpisah, Siti Mutiara Haerani (19) pemilik sekaligus pengelola kios penjualan ikan rumahan Putra Mandiri yang berada di Jalan KH Sanusi No. 131 RT 02/01 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mengatakan hal yang serupa. Pihaknya mengaku penjualan ikannya tidak mengalami kenaikan harga, karena menurutnya, harga ikan yang dipasoknya dari daerah Cirata tersebut memang sering tidak menentu. “Harga ikannya ya gimana di Cirata aja. Sampai saat ini sih masih normal aja nggak ikut naik kaya harga ayam dan sapi. Nggak ada pengaruh,” tuturnya.

Kios yang melayani penjualan untuk pemesanan partai besar, pemesanan pemancingan dan penjualan secara eceran ini pun mengaku omzet penjualannya kini tidak menentu. Jika permintaan konsumen sedang banyak, lebih dari 1 ton ikan dari berbagai jenis ini pun dapat terjual dalam waktu satu hari. Dalam kondisi ramai tersebut pihaknya mampu meraup penghasilan hingga Rp10 juta rupiah per harinya. (pkl7/d)