Pembudidaya Koi Sukabumi Dikunjungi Koi Magazine

BUDIDAYA IKAN HIAS: Salah seorang breeder ikan koi Dadang Choeplis memberi makan ikan-ikan koi hasil budidayanya.
BUDIDAYA IKAN HIAS: Salah seorang breeder ikan koi Dadang Choeplis memberi makan ikan-ikan koi hasil budidayanya.
BUDIDAYA IKAN HIAS: Salah seorang breeder ikan koi Dadang Choeplis memberi makan ikan-ikan koi hasil budidayanya.

POJOKJABAR.id, WARUDOYONG – Salah satu majalah referensi pencinta Ikan Koi se-Indonesia Koi Magazine melirik para pembudidaya ikan koi di Kota Sukabumi sebagai tempat mengembangkan usahanya karena kualitas ikan koi, cuaca serta air yang mendukung untuk mengembangbiakan ikan hias asal Jepang ini. Wartawan Koi Magazine, Odhin menuturkan, dirinya sengaja datang ke Kota sukabumi untuk peliputan budidaya ikan koi di Kota Sukabumi. Lantaran, Sukabumi terkenal dengan pembudidayaan ikan koi yang berkualitas. Dalam kunjungannya selama dua hari di Kota Sukabumi, Sabtu dan Minggu (23-24/8/15), Odhin mengunjungi para pembudidaya (breeder) Koi yakni Ichwan Hamid di Kecamatan Warudoyong, Dadang Choeplis Kecamatan Warudoyong dan Yati di Kecamatan Lembursitu.

Sementara itu, salah satu breeder Koi Dadang Choeplis mengaku bangga mendapat kunjungan dari salah satu media ternama yaitu Koi Magazine. Diakuinya, sejak beberapa tahun belakang ini ia mulai melirik usaha budidaya ikan hias asal Jepang ini, padahal sebelumnya Dadang merupakan seorang pembudidaya ikan konsumsi air tawar. Namun, hal tersebut tidak menguntungkan usahanya, ia pun mulai bergelut menekuni usaha budidaya ikan koi. “Hasilnya lumayan lebih menguntungkan dua kali lipat dibandingkan budidaya ikan air tawar lantaran harga ikan koi sangat tinggi dan banyak disukai oleh para pencinta ikan hias,” terang pria kelahiran Sukabumi 58 tahun silam ini. Menurutnya, budidaya ikan koi mampu menaikkan taraf perekonomian di Sukabumi.

Selain dapat mendatangkan keuntungan harga ikan koi pun sangat tinggi dan membudidayakannya tidak sulit dan tidak ribet. Hal yang sama diungkapkan oleh breeder lainnya Ichwan Hamid. Menurutnya, selain menguntungkan para pembudidaya, dengan adanya sentra ikan hias ini juga bisa memberikan pemasukan untuk daerah atau pendapatan asli daerah (PAD) seperti yang dilakukan oleh Blitar, Jawa Timur. Padahal, Sukabumi merupakan tempat yang memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ikan hias ini, karena memiliki Pasar Ikan Cibaraja yang merupakan pasar ikan terbesar di Asean dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT).

Tidak hanya itu, baru-baru ini Komunitas Koi Sukabumi akhirnya mampu menunjukkan kualitas koinya di ajang bergengsi Asia Cup Young Koi Show di Surabaya, beberapa waktu lalu. Sebanyak empat dari sembilan ekor koi yang dilombakan, berhasil menjadi juara di antaranya juara 1 jenis Platinum Ogon ukuran 55cm, juara 1 jenis Hikari Moyomono ukuran 35 cm, juara II jenis Sirro Bekko ukuran 30 cm dan juara dua jenis Platinum Ogon ukuran 20 cm. Menurutnya kemenangan Koi Sukabumi di ajang level Asia ini menandakan kualitas budidaya koi di Sukabumi cukup bagus. Pasalnya, Sukabumi mampu bersaing dengan budidaya koi yang dihasilkan oleh 22 negara di Asia. Ini bukti kota kita mampu mengasilkan koi yang mumpuni,” ujarnya. Ia menambahkan, bahwa lahan perikanan di Kota Sukabumi cukup potensial untuk budidaya ikan koi. Dibantu dengan adanya BBPBAT yang menjadi sentra budidaya koi selama ini. (wdy)