Kandung Janin, SPG Ini Nekat Bunuh Diri

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi Kota terhadap jasad seorang sales promotion girl (SPG) minuman yang nekat bunuh diri di tempat kosnya beberapa waktu lalu, ternyata pihak polisi memastikan bahwa perempuan malang yang diketahui bernama Viya Apriyani (25) murni melakukan bunuh diri. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan autopsi terhadap korban guna mengetahui penyebab pasti korban.

“Hasil sementara, menurut dokter yang sedang mengautopsi, dari luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, dan kemungkinan korban ini memang murni bunuh diri,” ujar Kepala Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman Salim, kepada Radar Sukabumi, Senin (24/8/15).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, melalui autopsi terhadap korban tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban sehingga pihaknya belum bisa memastikan kematian korban murni bunuh diri atau dibunuh oleh seseorang. Tidak hanya itu, saat menggelar autopsi, korban sedang mengandung janin yang masih berusia dua bulan. Namun dikatakan Sulaeman, dari hasil pemeriksaan sementara, kematian korban murni bunuh diri. Hal ini dikuatkan dengan temuan barang bukti berupa tali yang digunakan untuk menggantung dan hasil pemeriksaan dari saksi-saksi. Saat ini pihaknya sudah memanggil tujuh orang saksi termasuk teman dan kekasih korban yang saat sebelum korban meninggal, korban sempat cekcok dengan kekasihnya yang berinisial SS (25). Dari hasil pemeriksaan, menurut SS, malam sebelum kejadian ia berkunjung ke kosan yang berada di Jalan Karamat, Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. Menurutnya, Piah begitu panggilan akrab korban memiliki sifat pencemburu.


“Sempat ada cekcok karena korban ini cemburu waktu buka laptop pacarnya melihat ada foto pacar korban menggendong anak, sehingga ada pertengkaran pada malam tersebut,” ungkap Sulaeman.

Selain itu, saksi lainnya K yang juga teman kosan korban mengatakan ia sempat melihat korban membawa tali tambang dan naik ke tempat jemuran. “Ada saksi yang menguatkan, masih teman satu kos dengan korban bahwa korban ini sempat membawa tali menuju ke tempat jemuran di kosan tersebut. Sehingga ada indikasi bahwa memang korban ini bunuh diri,” jelasnya. Namun, pihaknya pun masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. “Tadi kan hanya baru dilihat dari luar saja, nanti kita tunggu hasil autopsinya untuk lebih jelas,” pungkasnya. (wdy/d)