Dinas Terkait Diminta Turun

238297_capture_3

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Penolakan warga Kampung Panyenangan Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah terhadap aktivitas tambang PT Pelnusa Taupan Panjawinata, masih terus terjadi. Setelah mengumpulkan tanda tangan pernyataan menolak, kini warga mendesak Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk turun ke lokasi.

Tujuannya, melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang yang dikhawatirkan merusak lingkungan. Tak hanya dua dinas ini, warga meminta Satpol PP untuk melakukan pemeriksaan perizinan, jika tak lengkap tambang disegel.

“Warga yakin bahwa kegiatan pertambangan batu di Sungai Cimandiri merupakan pelanggaran berat. Warga khawatir dalam jangka panjang, pertambangan batu itu memicu banjir dan longsor di sekitar Cimandiri. Karena itu, kami menolak keberadaan pertambangan batu tersebut. Kami meminta kepada BLH dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi untuk menghentikan pertambangan batu ini, “ujar Imron, (52) warga Kampung Panyenangan.


Ia mengungkapkan, dinas dan Satpol PP harus datang sebab sudah dua hari berturut-turut warga mendatangi lokasi dengan tujuan untuk menghentikan kegiatan pertambangan yang menggunakan alat berat itu. Pihak PT Pelnusa menuruti tuntutan warga, namun hanya sementara.

“Seharusnya gerakan kami ini didukung oleh aparat yang berwenang untuk menghentikan kegiatan pertambangan batu selama-lamanya,” tegas Imron.

Warga lainnya, Ali (43) mengungkapkan, antara warga dan Pemdes Padabeunghar berbeda pendapat perihal izin pertambangan PT Pelnusa. Hal ini lantas mengindikasikan pemerintah desa bekerja sama dengan perusahaan tambang tersebut. Jika ada izin, warga meminta desa transparan mengenai hal ini.

“Warga bersikukuh, PT Pelnusa belum memegang izin lingkungan dari warga untuk melakukan kegiatan pertambangan. Sedangkan PT Pelnusa dan Kepala Desa Padabeunghar Yanti bersikukuh, kegiatan pertambangan di Sungai Cimandiri telah memiliki izin. Kalau memang ada izin Satpol PP tutup mata terhadap dampak dari penambangan batu karena dapat menimbulkan banjir dan longsor, pertambangan tersebut juga merusak jalan dan tebing sungai, “tegasnya.

Sebelumnya, Warga Kampung Panyenangan Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah merasa terusik dengan adanya aktivitas tambang milik PT Pelnusa Taupan Panjawinata yang berada di bibir Sungai Cimandiri. Tambang ini melakukan pengolahan batu di sekitar sungai, kondisi ini lantas membuat warga khawatir tambang dapat memicu banjir akibat luapan air sungai serta rusaknya lingkungan.

Terkait kondisi ini, warga menginginkan kegiatan serta tambang itu ditutup melalui surat pernyataan keberatan.