BPBD Belum Nyatakan Bencana Darurat Krisis Air

warga Kabupaten Bogor alami krisis air (ilustrasi)

krisis air

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi belum menyatakan bancana darurat krisis air bersih di wilayah Kota Sukabumi. Pasalnya, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan dari masyarakat terkait bantuan krisis air bersih dan kekeringan pada musim kemarau sekarang. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami saat ditemui Radar Sukabumi, Senin (24/8/15).

Menurutnya, musim kemarau ini pihaknya belum menerima laporan ataupun permintaan bantuan dari masyarakat tentang krisis air bersih. “Tahun kemarin, kita sempat ada laporan krisis air bersih 30 titik wilayah di Kota Sukabumi, tetapi untuk tahun ini kita belum ada laporan kembali,” terangnya. Menurut Zulkarnain, ada beberapa faktor yang menjadi sebab belum adanya laporan krisis air bersih di musim kemarau tahun ini. Salah satunya musim kemarau di wilayah Kota Sukabumi tidak terlalu parah dibandingkan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain itu, adanya bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Barat tahun kemarin sebanyak 30 tandon yang disebar di 30 titik wilayah di Kota Sukabumi sehingga krisis air bersih di wilayah Kota Sukabumi menjadi berkurang. “Mungkin karena dulu sempat ada bantuan tandon itu, sekarang di musim kemarau ini warga merasa tidak kekurangan air,” terangnya.

Lanjutnya ia menambahkan, tahun 2014 kemarin pihaknya melakukan beberapa antisipasi krisis air bersih di wilayah Kota Sukabumi, salah satunya dengan membuatkan 25 sumur pantek dan pembuatan lima sumur artesis dengan kedalaman 40 meter di lima wilayah seperti Cikole, Cikundul, Baros, Warudoyong, dan Karamat. “Dari 30 tandon tersebut sebagian ada yang dibuatkan sumur pantek dan ada yang dibuatkan sumur artesis tergantung dari kebutuhan warga sendiri, tetapi untuk bantuan ini ada yang kita buatkan di pesantren juga pemukiman warga,” pungkasnya. (wdy/d)