Tambang PT Pelnusa Ancam Sungai Cimandiri

B

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Warga Kampung Panyenangan Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah merasa terusik dengan adanya aktivitas tambang milik PT Pelnusa Taupan Panjawinata yang berada di bibir Sungai Cimandiri. Tambang ini melakukan pengolahan batu di sekitar sungai, kondisi ini lantas membuat warga khawatir tambang dapat memicu banjir akibat luapan air sungai serta rusaknya lingkungan.
Terkait kondisi ini, warga menginginkan kegiatan serta tambang itu ditutup melalui surat pernyataan keberatan.
“Kami telah membuat surat pernyataan yang sudah ditandatangani warga sekitar. Intinya kami menolak adanya aktivitas tambang PT Pelnusa Taupan Panjawinata, alasannya kegiatan tambang itu mengancam keselamatan lingkungan. Kami mengumpulkan tanda tangan surat pernyataan sudah dua hari ini,” ujar Asep (53) warga Kampung Padabenghar kepada Radar Sukabumi.

Dikatakan Asep, dalam surat pernyataan itu ditegaskan sejumlah poin, di antaranya keberatan penggunaan alat berat sejenis back hoe dan mesin pemecah batu yang menimbulkan kebisingan dan polusi, juga pengambilan batu yang sembarang hingga merusak sungai dan sawah.

“Back hoe dan mesin yan digunakan itu menimbulkan suara yang sangat mengganggu ketenangan warga. Aktivitas pertambangan batu berpotensi mengganggu dan merusak lahan pertanian karena pengambilan batu tidak teratur,” terangnya.


Hal lainnya, warga juga mengeluhkan persoalan izin perusahaan ini. “PT Pelnusa tidak pernah melakukan sosialisasi apalagi meminta izin prinsipil dari warga Padabenghar, pihak Desa Padabenghar pun sama,” imbuhnya.
Senada dengan Ali (43) warga lainnya. Menurut dia, setiap hari alat berat lalu lalang di sekitar pertambangan batu berpotensi merusak jalan warga. Sedangkan, mesin-mesin milik PT Pelnusa baru beroperasi sekitar dua minggu.
“Kami sudah merasakan dampak negatif dari keberadaan pertambangan tersebut. Menurut kami akibat yang paling parah adalah ancaman terhadap lingkungan dan kesehatan. Karena itu, kami menolak dengan tegas keberadaan pertambangan batu di Sungai Cimandiri,” tegas Ali.

Sementara itu, hal berbeda diungkapkan Kepala Desa Padabeunghar, Yanti. Menurut dia, PT Pelnusa telah menempuh segenap prosedur serta mekanisme dalam pengurusan izin. Bahkan ia menilai adanya aktivitas tambang membawa dampak positif untuk warga karena menyediakan lapangan pekerjaan. “Pertambangan batu telah mendapat izin gangguan dari lingkungan atau HO. Pertambangan batu di Kampung Panyenangan begitu positif bagi warga, karena dapat menyediakan lapangan pekerjaan,” ujar Yanti.

Terpisah, Humas PT Pelnusa, Rendi mengatakan, perusahaan tempatnya bekerja tidak akan berani menjalankan aktivitas pertambangan jika belum memiliki izin. “Kalau belum ada izin mana mungkin pihak perusahaan berani melakukan aktivitas pertambangan,” singkatnya.B