Selamat Ikut Kembangkan UKM

D

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Toko Serba Ada (Toserba) Selamat Palabuhanratu melakukan uji makanan bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Sukabumi, Jumat (21/8). Makanan yang diuji merupakan produk dari usaha kecil menengah (UKM) yang difasilitasi tempat oleh Selamat.

“Pembukaan UKM ini bakal dilaksanakan 25 Agustus mendatang, sedangkan saat ini dalam masa penyeleksian. Hal ini dilakukan supaya makanan yang dijajakan memenuhi kelayakan. Ada beberapa poin penilaian seperti tampilan makanan, nilai gizi, rasa, serta kreativitasnya dalam membuat menu,” ungkap Pimpinan Toserba Selamat, R Emma Muttaqien.

Ia menuturkan, Selamat menyediakan segala kebutuhan konsumen. Namun lebih dari itu, toserba ini juga menyediakan lokasi untuk para UKM mengembangkan usahanya di kuliner. Dalam teknisnya, tempat UKM yang disediakan tak disewakan, namun bagi hasil, 20 persen untuk perusahaan dan 80 persen untuk UKM.


“Hal tersebut bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Jika 30 UKM saja yang mengisi tempat ini, sudah 90 tenaga kerja yang terserap,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag UKM Diskoperindag Kabupaten Sukabumi, Agus Ernawan mengungkapkan, pengembangan UKM kuliner dengan toserba di Palabuhanratu merupakan program yang sudah setahun direncanakan. Dipilihnya Palabuhanratu sebagai pemerataan perkembangan UKM di semua wilayah.

“Selama ini tumbuh kembangnya UKM hanya berkutat di wilayah utara Sukabumi saja seperti Parungkuda, Cicurug dan sekitarnya. Sekarang kita maksimalkan yang ada di Palabuhanratu seiring dengan fasilitas yang disediakan oleh Selamat. Karena Palabuhanratu daerah wisata yang diharapkan nantinya lebih bisa bersaing,” ujar Agus.

Ia menuturkan, terdapat 7000 UKM yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, lalu 560 di antaranya ada di Palabuhanratu. Untuk program dengan Selamat ini sejatinya 36 UKM yang diundang, namun hanya 11 yang datang. Meski demikian diharapkan upaya ini dapat berkembang sebab pemerintah tak akan melepas begitu saja para UKM tersebut karena adanya pembinaan. “Karena fasilitas atau sarana yang ada di toserba anggarannya dari pemerintah.
“Kami sediakan sarana dan anggaran yang berasal dari CSR perusahaan. Saya harap penyerapan UKM untuk ditempatkan di toserba ini lebih dimaksimalkan atau terakomodir dengan baik,” ujar Agus. (cr3/d)