Duh, Direktur Bunut Dijabat Plt *Jika Sulit Menemukan Pengganti

rsud-r-syamsudin-sukabumi-_120825123006-359

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Masa jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin SH atau yang dikenal dengan sebutan Rumah Sakit Bunut akan memasuki masa pensiun pada September mendatang. Namun, sampai saat ini belum ada riak-riak calon pengganti yang muncul. Sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terbilang kesulitan dalam menentukan calon direktur.

Meski pemkot menargetkan direktur baru sudah ada setelah direktur lama pensiun, namun hal itu menemukan banyak kendala. Terbukti, sampai saat ini pemkot belum bisa mendapatkan gantinya dalam waktu dekat dan kemungkinan jabatan tersebut bisa menggunakan pelaksana tugas (Plt) untuk sementara waktu. “Ya kalau memang sulit mencari calon direktur kita bisa Plt dulu,” ujar Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/8/15).

Menurutnya, pemkot saat ini terus berupaya untuk secepatnya mencari pengganti Direktur Bunut lama (dr. Suherman, red) dengan membentuk tim panitia seleksi (pansel) untuk pencarian direktur. Kemungkinan dalam minggu-minggu ini pihaknya sudah membentuk pansel yang terdiri dari lima orang.
“Nantinya pansel terdiri dari lima orang di antaranya dua dari Pemkot Sukabumi dan tiga orang dari luar seperti perguruan tinggi atau asosiasi. Kami sudah menyurati panitia dari perguruan tinggi apakah dia bersedia atau tidak, kami sedang menunggu jawaban itu,” jelasnya.


Tak hanya itu, Hanafie menjelaskan untuk pembentukan panitia sendiri, pemerintah daerah tengah menginventalisir terlebih dahulu potensi yang ada di dalam RSUD Syamsudin tersebut. Selain itu, pihaknya harus merumuskan persyaratan calon direktur seperti kepangkatan dan umur.
“Yang paling penting persyaratannya nanti kita sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN),” jelasnya.

Dalam pencarian direktur baru kita akan memprioritaskan dulu di dalam lingkungan Pemkot Sukabumi. Jika memang tidak ada, pihaknya akan mencoba mencari penggantinya di lingkungan Pemerintah Kota atau Kabupaten se-Jawa Barat. “Meskipun belum dibuka secara resmi, Pak Wali sudah memberikan imbauan kepada seluruh SKPD jika ada yang mampu, siap-siap untuk mencalonkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, untuk meyakini semua elemen masyarakat dalam pencarian direktur melalui tim pansel nanti, pihaknya menyatakan tidak akan ada intervensi dari manapun. Lantaran tugas pansel sendiri hanya mencari tiga orang yang terbaik sesuai dengan ketentuan dan selanjutnya oleh walikota. “Tim pansel mencari tiga terbaik, lalu ini tergantung Hak Prerogatif Walikota,” pungkasnya. (bal/d)