Lebih Dekat dengan Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami

FOTO A

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Pendidikan Pramuka Bekal Untuk mengisi Jabatan Strategis

Tahun ini Praja Muda Karana (Pramuka) menginjak usia ke-54 tahun. Dengan mengusung tema ‘Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan dalam Pembentukan Karakter Kaum Muda’, organisasi kepanduan itu ditantang untuk semakin menunjukkan perannya bagi bangsa dan negara. Lalu, bagaimana cara organisasi Pramuka di kabupaten Sukabumi, mewujudkan tema tersebut dalam bentuk nyata. Berikut petikan wawancara dengan Ketua Kwarcab Pramuka, Marwan Hamami dengan wartawan Radar Sukabumi, Andri Somantri.

Bentuk konkrit seperti apa yang sesuai dengan tema Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan?


Jadi di Undang-Undang itu, Pramuka itu kan mempertanggungjawabkan untuk mencetak kader bangsa yang berkarakter. Karakter yang tersirat berarti pembiasaan Dasa Dharma. Yang tentunya kalau Dasa Dharma diyakini oleh semua generasi muda bangsa yang dididik dalam pendidikan Pramuka, Insya Allah mereka akan menjadi generasi penerus bangsa yang handal, yang berketuhanan, cinta kepada alam, sayang kepada sesama dan keluarga. Dasa Dharma yang bercerita dan pada ujungnya Dasa Dharma kesepuluh diceritakan, si anak ini harus suci dalam perkataan dan perbuatan. Yang diharapkan anak-anak ini akan menjadi orang yang jujur, yang suci pikiranya, perbuatanya, perkataanya diyakini. Sehingga tak melakukan korupsi tak berbuat ulah dan tawuran. Ini merupakan inti dari Pramuka garda terdepan pelaku perubahan.
Hal yang mendasari jika generasi muda harus mendapatkan pendidikan Pramuka ?

Di tahun 2020 sampai 2045 mendatang, potensi muda ini bakal mengisi kekosongan dalam segala bidang. Dimana saat ini anak-anak umur 6-15 tahun atau anak SMA umur 18-19 tahun tapi nanti pada tahun 2045 mereka menjadi dewasa dan akan mengisi jabatan-jabatan strategis, seperti ulama, kepala dinas atau jabatan lainya. Sehingga anak-anak yang sudah terdidik di Pramuka diharapkan kuat dalam wawasan kebangsaanya, keagamaanya kemudian bisa mencintai NKRI ini, karena mempunyai dasar maka tidak lagi membangun negara ini secara asal-asalan. Seperti sekarang, muncul khawatiran karena banyak orang yang bangga dengan gambar PKI yang merupakan partai terlarang di republik ini. Kalau di Pramuka, jelas PKI tak bisa masuk sebab di Dasa Dharma jelas menyebutkan sudah berketuhanan. Sedangkan PKI partai Komunis

Untuk kemajuan Pramuka di Kabupaten Sukabumi saat ini?

Alhamdulillah untuk Kabupaten Sukabumi yah, kalau bicara Indonesia dengan munculnya Undang-Undang No 12 Tahun 2010 itu suatu kemajuan bagi Pramuka. Untuk kabupaten ini kita berharap ini yang terbaik yang dapat dilakukan untuk pencetakan pembina, pelatih, kemudian pengkaderan kepada anak-anak. Apalagi ditunjang dengan kebijakan pemerintah, dengan yang kemarin itu berupa Kurikulum 2013, yang sudah berpihak kemajuan Pramuka. Namun pemerintah plin-plan dengan penerapan kurikulum 2006. Sehingga pemerintah mempersilahkan mau kurikulum 2013 atau 2006. Sehingga hari ini jika tidak didorong oleh satu kebijakan akan sangat sulit meski bisa berjalan tapi tak optimal sebab gerakan ini harus dilakukan dengan satu kekuatan untuk bisa meyakinkan.

Setiap tahun diperingati bagaimana dengan status Pramuka di zaman modern?

Ketika Pramuka itu pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono IX gerakan Pramuka sangat aktiv. Saat itu Pramuka berjaya, lalu untuk masa sekarang ini anak-anak diberikan peluang yang sangat banyak karena kemajuan zaman. Tapi yang penting itu, tantangan yang harus dihadapi.

Untuk jumlah pembina dan anggota?

Hal ini masih diverifikasi, namun yang menjadi cacatan ialah semua anak-anak menjalani pendidikan Pramuka di setiap sekolah. Tapi kalau yang dikatakan anggota tercatat, hal ini yang belum bisa kita yakini jumlahnya, sebab sekarang kita sedang melakukan akreditasi gugus, untuk membuktikan benar tidaknya anak-anak mendapatkan pendidikan Pramuka. Tetapi untuk menjadi anggota Pramuka belum tentu.

Maju-muncurnya Pramuka apakah benar tergantung anggaran dan apakah pemerintah menyediakan anggaran?

Pemerintah sudah menyediakan namun relatif. Bagi Pramuka ada bantuan besar dan kecil organisasi ini tetap berjalan. Anggaran tidak dijadikan suatu beban, sebab di AD/ART untuk anggaran bersifat iuaran.

Sejauh ini apa saja Peran Pramuka ditengah masyarakat ?

Tentunya sangat banyak partisipasi Pramuka kepada masyarakat, seperti ikut membantu korban bencana alam, penghijauan serta membantu dinas-dinas sosial untuk melaksanakan percepatan kegiatan-kegiatan penyaluran bantuan bencana alam. Semua aktivitas itu adalah menyangkut kepada bagimana ikut menyelesaikan permasalah masyarakat.

Kendala yang dihadapi dalam pengembangan Pramuka?

Terkendalanya itu ialah pembina, dimana setiap kali harus beraktivitas mereka terbentur dengan rutinitas sehari-hari sebab pembina itu rata-rata guru. Kalau pun mengajak peran serta masyarakat kepada pendidikan Pramuka itu sulit dilakukan dalam hal ini Masyarakat jangan jadi penonton saja. Tapi hari ini kita berharap masyarakat ikut peduli kepada perkembangan Pramuka. Saat ini sudah ada sejumlah dinas yang terlibat seperti Dinas Kesehatan dengan Saka Husada.

Peran pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap Pramuka seperti apa?

Pemerintah daerah punya kebijakan yang besar untuk membantu. Seperti Cianjur dan kuningan, pemerintahnya sangat apresiasi dan kepedulian sangat tinggi sehingga dalam soal pembinaan kita berada di bawah dua Kabupaten ini. Maka dari itu menjadi pemerintah berarti tak lepas menjadi pembina Pramuka. Insya allah kedepanya kita berharap pemerintah Kabupaten Sukabumi mendatang bisa menjadi pembina.