US Army Latihan di Ciemas

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI –Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) kembali menggelar latihan bersama dengan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) bertajuk Garuda Shield-9. Latihan bersama ini dibuka dalam sebuah acara militer di Daerah Latihan Kostrad, Gunung Sentul, Cibenda, Kampung Cimapag, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (20/8/2015)

Latihan bersama yang dipimpin Kasdivif-1 Kostrad, Brigjen TNI Agus Suhardi dan Wakil Komandan Divisi Infanteri 25 USARPAC, Brigadier General Gary Brito. Dalam amanat Konstrad yang dibacakan, Agus Suhardi mengatakan, penyelenggaraan latihan untuk meningkatkan profesionalisme keprajuritan dan interoperability di antara peserta latihan. Selain itu, dari latihan gabungan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kerja sama, saling percaya sehingga tumbuh rasa persahabatan (confidence building measure).

“Hal itu jelas tetap memegang teguh prinsip persamaan derajat dan hubungan timbal balik antara Angkatan Darat kedua negara,” papar Agus.

Panglima pangkat bintang satu itu melanjutkan, kedua negara sudah banyak belajar, berbagi pengalaman dan mengaplikasikan taktik serta teknik latihan bertempur sesuai pengalaman prajurit masing-masing.


Oleh karena itu ia berharap, seluruh kegiatan Latma dapat berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan. Sehingga para prajurit, satunan dari kedua angkatan darat kedua negara ini bisa menerima manfaat latma ini.

Latihan Bersama Garuda Shield-9 LIV TA. 2015 kali ini melibatkan 380 orang Prajurit TNI AD dari Yonif Linud-328/17/1 Kostrad dipimpin oleh Danyonif Linud-328 Kostrad Letkol Inf Ade Rony Wijaya dan 450 orang Prajurit AD Amerika Serikat (US Army) dari Divisi Infanteri 25 USARPAC.

“Latihan yang akan berlangsung hingga 28 Agustus ini difokuskan pada materi latihan operasi perdamaian dengan metoda gladi posko (command post exercise), latihan geladi lapang (fi eld training exercise) dengan materi patroli dalam rangka operasi pemeliharaan perdamaian dan materi perawatan dan evakuasi kesehatan bagi personel kesehatan,” bebernya.

Komandan Batalyon, Letkol (Kav) Ade Roni Komandan Batalyon menambahkan, ada tujuh materi dan praktek yang digunakan dalam latihan gabungan tersebut yakni, materi surpiple, latihan menembak, pembersihan kampung, lempar pisau, pertempuran perkotaan, demontrasi menembak secara bersama sama antara tentara US ARMY dengan TNI.

“Untuk latgab ini, tentara Amerika dan Indonesia masing-masing mempunyai taktik dan sudah sewajarnya kita bertukar pengalaman. Apa yang mereka ketahui dan tidak diketahui nantinya bisa saling bertukar pikiran,” bebernya.

Dengan begitu menurutnya, diharapkan nantinya prajurit bisa beradaptasi dengan negara-negara luar karena tugas TNI jika bertugas di luar negri.

“Karena tugas-tugas TNI tidak hanya di dalam negri saja, mereka akan ke luar negri di kemudian hari. Sehingga ter-biasa berkomunikasi dengan masyarakat di negara lain,” tukasnya. (ryl/cr3/dep)