Pemkot Diminta Perhatikan Lagi Taman Kota

E
SUKABUMI – Sejumlah masyarakat kota maupun pendatang meminta Pemerintah Kota (pemkot) Sukabumi untuk lebih memperhatikan lagi taman kota. Lokasi taman kota yang berada di jantung perkotaan seharusnya nyaman bagi para pengunjung, ternyata tidak dirasakan sepenuhnya ketika berada di taman kota. Kenyamanan yang diharapkan, diklaim sering terganggu oleh banyaknya kehadiran anak jalanan dan koneksi internet yang lemah.
Seperti Dani (26) misalnya, warga asal Cipanengah ini mengaku jika dibandingkan dengan tempat lain, taman kota ini masih dirasa kurang nyaman.
“Saya ke sini kadang-kadang aja sih, paling dua minggu sekali, soalnya tempatnya juga kurang nyaman,” ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi, kemarin (20/08) sambil menunjukkan beberapa sampah yang berserakan di sekitar taman.
Tak hanya itu, penghijauan di area ini juga dirasakannya kurang. Hanya ada beberapa pohon kecil dengan daun yang kurang rimbun sehingga penyerapan karbondioksida yang dihasilkan dari asap kendaraan yang berlalu lalang di sekitar taman tidak maksimal.
Sementara itu, menurut Sadi (30), pengunjung yang mengaku kerap datang ke taman untuk sekadar browsing dan melakukan aktivitas dunia maya lainnya mengeluhkan soal koneksi internet gratis yang kurang memuaskan. Meskipun jaringan wi-fi ditemukan, namun kualitasnya sangat rendah dan tidak stabil, terlebih jika banyak yang mengaksesnya. “Saya lumayan sering ke sini, hampir tiga minggu sekali malah tempatnya sih bagus cuman ya itu. Sinyal internetnya ‘lep-lepan’ (hilang-muncul), terus banyak juga anak jalanan yang bikin makin semrawut dan kurang nyaman” jelasnya kecewa.
Selain itu, karena taman kota ini berdekatan dengan masjid, ia berharap agar ketika azan berkumandang, masyarakat yang berada di sekitar ini diimbau untuk lebih tertib. Karena tak jarang beberapa komunitas dancer justru beraktivitas pada waktu beribadah, hal ini selain kurang etis juga dirasa agak mengganggu kekhusyukan beribadah.
“Sejauh ini sih bagus. Saya harap pemerintah jangan cuman setahun dua tahun aja, tapi juga dipantau perkembangannya terutama dalam perawatannya secara berkelanjutan,” pungkasnya.