Kejari Kembali Periksa Dua Tersangka

Bkr8BMnCMAAIx_6

POJOKJABAR.ID, CIBADAK – Pengungkapan kasus dugaan jual beli aset negara di Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak. Dari penyidikan yang dilakukan, tim penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka berinisial SH dan S. Tak menutup kemungkinan tersangka bakal bertambah, pasalnya, tim sudah menyerahkan berkas tahap satu yang memuat keterangan pemeriksaan saksi maupun tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cibadak.

Kasi Pidsus Kejari Cibadak, Ahmad EP Hasibuan, mengatakan dalam perkara kasus ini, aset negara di Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak seluas 299 hektare diduga telah diperjualbelikan. Sehingga, karena negara dirugikan dalam hal ini, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti lainnya. “Pekan lalu juga, dua orang tersangka kembali kami periksa. Kami tidak akan main-main dalam penanganan kasus ini. Jika dipandang perlu dilakukan penahanan kepada kedua tersangka ini, tentu itu akan dilakukan,” ujar Ahmad kepada Radar Sukabumi.

Mengenai keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, Ahmad menyebutkan masih terus melakukan pendalaman dengan masih melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi. Ia tidak membantah, jika dalam kasus ini akan ada tersangka lainnya. “Masih kita dalami, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” singkatnya.
Terpisah, Ketua Jaringan Intelektual Sukabumi (JIS), Bambang Rudiansyah mengapresiasi atas kinerja tim penyidik dalam menangani kasus ini. Ia berharap, tim penyidik dapat menuntaskan kasus ini dengan tegas hingga ke meja hijau dengan menyeret semua pihak yang terlibat. “Ini aset negara, tentu tidak boleh diperjualbelikan sembarangan. Semua yang terlibat, harus diseret ke meja hijau,” singkatnya. (ren)