Tak Ada Izin, Kok Sudah Dibangun

MASIH TAHAP PEMBANGUNAN: Kandang sapi di Kampung/ Desa Cikurutug Kecamatan Cireunghas yang menuai protes warga sebab khawatir akan adanya gangguan seperti kotoran yang timbul dari kandang tersebut.

MASIH TAHAP PEMBANGUNAN: Kandang sapi di Kampung/ Desa Cikurutug Kecamatan Cireunghas yang menuai protes warga sebab khawatir akan adanya gangguan seperti kotoran yang timbul dari kandang tersebut.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Warga Kampung /Desa Cikurutug Kecamatan Cireunghas menolak pembangunan kandang serta tempat penggemukan ternak sapi yang diduga milik warga negara asing (WNA), dilanjutkan. Alasannya, khawatir akan adanya gangguan seperti kotoran yang timbul dari kandang tersebut.

“Kami khawatir adanya aktivitas ternak sapi di kandang itu akan membawa gangguan. Sebab kandang itu berada di bukit. Kalau pun tak ada penataan mungkin kotoran turun ke sungai dan mencemari lingkungan,” kata Didin, salah seorang warga kepada Radar Sukabumi, Rabu (19/8/2015).

Di samping persoalan gangguan, warga juga mempertanyakan legalitas pembangunannya. Sebab hingga kini belum pernah ada sosialisasi atau permintaan izin.

“Pemiliknya yang diduga orang asing tidak memiliki izin lingkungan, izin prinsipil dan izin gangguan dari warga setempat,” imbuh Didin.

Menurut dia, jika demikian maka kandang dan tempat penggemukan sapi tidak memiliki IMB dan izin operasional.

“Tidak ada upaya prosedural untuk menempuh perizinan oleh pemilik peternakan. Serta, warga tidak mengetahui jumlah kandang yang akan dibangun di bukit itu. Yang jelas, tiba-tiba saja dua unit kandang telah berdiri,” ujarnya.

Ia berharap, kalau pemilik peternakan tidak diingatkan, kegiatan yang dilakukan di lokasi tersebut dapat menimbulkan ancaman dan bahaya yang lebih besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Seharusnya sebelum melakukan pembangunan semua ketentuan dilaksanakan secara baik. Sangat wajar bila warga menerima kompensasi dalam bentuk bina lingkungan,” terang Didin.

Sementara itu, kandang sapi yang berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman terdekat warga ini masih dalam kondisi setengah jadi. Terdapat dua bangunan yang terpisah. Namun di tempat ini tak ada satu pun petugas.Terpisah, Camat Cireunghas, Bandan mengungkapkan tidak tahu-menahu adanya kandang sapi di Kampung Cikurutug. Adapun perizinan di daerah itu yang masuk ialah pembangunan vila.

Menurut dia, hal ini akan ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.

“Kami belum menerima pemberitahuan serta permohonan kelengkapan untuk memproses legalitas pembangunan kandang sapi. Setahu saya di lokasi itu akan dibangun vila,” jelas Bandan.

Ia mengakui di daerah pelosok banyak berdiri bangunan untuk tinggal seperti vila atau rumah mewah dan tempat usaha, akan tetapi tak pernah ada permohonan.

“Persoalan kandang sapi ini satu dari pembangunan yang lainnya. Padahal proses per-izinan itu mudah dilakukan, ini merupakan bentuk peringatan untuk pihak yang ingin membangun agar menempuh segala prosedur,” tegas Bandan. (cr5/dep)

Feeds