Selama Musim Kemarau, Sudah Delapan TKP Kebakaran

FOTO: MG2/RADAR CIANJUR LUDES: Masyarakat menyaksikan kobaran api yang menyala melalap rumah milik Dasep hangus terbakar akibat hubungan arus pendek.
FOTO: MG2/RADAR CIANJUR LUDES: Masyarakat menyaksikan kobaran api yang menyala melalap rumah milik Dasep hangus terbakar akibat hubungan arus pendek.
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Selama musim kemarau berlangsung sampai saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, menyebutkan ada delapan tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran baik rumah maupun ladang yang terjadi di Kota Suka-bumi. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama meng-hadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi hingga September. Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mencatat, terhitung mulai

Juni awal memasuki musim kemarau hingga akhir Agustus 2015 sudah terjadi delapan kasus kebakaran dengan may-oritas kebakaran rumah yang diakibatkan oleh korsleting listrik. Sementara, rekapitulasi kejadian bencana kebakaran terhitung sejak Januari hingga Agustus mencapai 12 kasus kebakaran terjadi di Kota Sukabumi.

“Agustus saja, sudah ada tiga kasus kebakaran, terakhir kebakaran 25 mess karyawan salah satu peternakan ayam di Cikundul pada Sabtu malam kemarin,” ujarnya kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu) saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2015).

Dikatakan Zulkarnain, pihaknya sudah melakukan beberapa imbauan kepada ma-syarakat di setiap kecamatan Kota Sukabumi agar selama musim kemarau ini warga tidak menyalakan api tanpa pengawasan atau tidak menggunakan listrik secara berlebihan. Selain itu, untuk sementara petani tidak membakar ladangnya untuk membersihkan sisa-sisa tanaman yang sudah kering karena bisa saja api merembet dan menjalar ke pemukiman warga.


Menurutnya, saat ini musim kemarau menjadi ancaman dengan kasus bencana kebakaran, terlebih bagi perumahan dengan padat penduduk. Menurutnya, di Kota Sukabumi sendiri ada dua kecamatan yang disinyalir rawan kebakaran yaitu Kecamatan Cikole dan Kecamatan Warudoyong.

“Karena keduanya merupakan perumahan padat penduduk sehingga keduanya menjadi pengawasan BPBD,” terangnya.

Lebih lanjut, dari pantauan, kebakaran yang terjadi di wilayah penanggulangannya tersebut diakibatkan korselting listrik terutama rumah-rumah yang ditinggalkan, serta kelalaian dari warga yang menyalakan api tanpa pengawasan seperti mema-sak yang ditinggalkan begitu saja. Diakuinya, kondisi cuaca yang kering dan angin bertiup cukup kencang ini bisa menyebabkan berbagai macam bencana, salah satunya kebakaran. Bahkan saat ini pihaknya sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. (wdy/dep)