Polisi Turun Tangan, Solehudin: Anak Saya Ada di Batam

Grafis kronologi penculikan

Grafis kronologi penculikan

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Petugas kepolisian dari Polsek Cibadak berjanji segera turun tangan membantu keluarga Juju (57), warga Kampung Segog RT 02/01 Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang kehilangan cucu kesayangannya, Siti Hayatunnahar (16) sejak 2012 silam. Saat ini, petugas kepolisian akan mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga, sebagai tahap awal penyelidikan.

Kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu), Kanit Reskrim Polsek Cibadak, AKP Deni Irwansyah mengatakan, kejadian hilangnya Siti pada waktu itu, bukan saat dirinya menjabat Kanit di Polsek Cibadak. Untuk mendapat kejelasan dari kasus tersebut, ia akan mendatangi pihak keluarga guna mengumpulkan sejumlah keterangan.

“Pasti akan kita tindak lanjuti, kami akan mendatangi pihak keluarga untuk mengumpulkan keterangan,” ujar Deni, Rabu (20/8/15).

Menurutnya, butuh waktu lama untuk mengungkap kasus ini. Terlebih, jika tidak ada sedikit pun petunjuk tentang keberadaan korban. Seperti halnya nomor telepon ataupun petunjuk lain. Mengingat, sejak meninggalkan rumah sampai sekarang, memakan waktu selama tiga tahun.

“Tapi kita akan tetap berusaha mencari keberadaan korban ini. Semoga saja ada petunjuk tentang keberadaan korban,” bebernya.

Disinggung apakah korban dibawa kabur atau dilarikan pria yang dicurigai keluarga, perwira pangkat tiga balo kitu tak ingin menduga-duga sebelum mendapat keterangan ataupun petunjuk lain melalui penyelidikan. Ia hanya menegaskan akan turun tangan mencari keberadaan korban.

“Kita lihat saja nanti, apakah benar dibawa lari atau ada hal lainnya. Kami akan segera melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Di tempat terpisah, ayah kandung Siti Hayatunnahar, M. Solehudin mengaku, selama anaknya pergi meninggalkan rumah, Siti sempat menghubungi pihak keluarga. Dari komunikasi itu, Siti menyebutkan tengah bekerja di Batam Centre, dan akan segera kembali.

“Pernah sekali menghubungi kami, kalau tidak salah pada 2014 lalu. Dia ngomong sedang kerja di Batam,” bebernya.

Sebelum meninggalkan rumah, anaknya sempat mengalami kejadian yang memilukan. Pada 2012 lalu, Siti pernah menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pemuda yang ngekos tidak jauh dari rumahnya. Saat itu, pelaku langsung diciduk petu-gas kepolisian hingga divonis oleh pengadilan.

“Moment itu mungkin dimanfaatkan Kurniawan (yang dicurigai membawa korban, red) untuk menanam budi pada keluarga kami. Sehingga dia bisa dengan leluasa keluar masuk rumah kami,” terangnya.

Solehudin mengaku tidak memiliki cukup bukti yang mengarah pada Kurniawan, terkait penyebabnya anaknya hilang. Namun, Solehudin mencurigai Kurniawan, sebab sejakanaknya tidak ada di rumah, Kurniawan pun tak pernah berkunjung kembali ke rumahnya.

“Bahkan istrinya juga sempat datang ke sini mencari Kurniawan. Kecurigaan kami kepada dia semakin kuat saja,” akunya. (ren/dep)

Feeds