Pembunuh Guru Dituntut Hukuman Mati

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Tentu masih ingat dengan kasus pembunuhan Kilah, seorang guru SD Negeri (SDN) 5 Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Kini, kasusnya telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cibadak.

Sang pelaku, FE akan didakwa dengan pasal primer 340 dengan ancaman hukuman mati. Dalam waktu dekat, berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Cibadak. Berkas dinyatakan lengkap setelah tim penyidik Polres Sukabumi melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi dengan disertai barang bukti. Tepatnya pada Kamis (13/8/2015), berkas diserahkan kepada Kejaksaan Cibadak, selanjutnya JPU mempersiapkan berkas untuk pelimpahan ke pengadilan.

“Alhamdulillah, pekan kemarin berkasnya sudah lengkap. Kami tengah mempersiapkan untuk pelimpahan ke pengadilan,” ujar Kasi Pidum Kejari Cibadak, Heri Kamarullah kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu), Rabu (19/8/2015).

Dikatakan Heru, dalam dakwaan nanti, pihaknya telah mempersiapkan beberapa pasal untuk menjerat pelaku. Tak main-main, dakwaan JPU kepada pelaku sampai pada pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan maksimal hukuman mati.

Sementara pasal lain yang dipersiapkan yakni pasal 339 tentang pembunuhan dilakukan dengan tindak pidana lain, pasal 338 pembunuhan biasa dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.

“Dalam kasus ini, ada pasal primer, subsider dan lebih subsider. Namun, kami tetap akan menjerat pelaku dengan pasal primer yakni 340 tentang pembunuhan berencana, maksimal hukuman mati,” tegasnya.

Diterapkannya pasal tentang pembunuhan berencana ini lanjut Heru, dilihat kronologis yang dilakukan pelaku dalam menghilangkan korban terkesan telah direncanakan. Dimulai skenario pelaku saat menghadapi kerabat korban, hingga pada senjata tajam dan benda lainnya yang sudah di-persiapkan untuk menghabisi nyawa korban.

“Kami melihat ada unsur perencanaan. Makanya kita akan tuntut pelaku dengan hukuman mati,” bebernya.

Dalam kasus pembunuhan ini, Heru menegaskan bahwa ia ikut andil dalam persidangan nanti. Dia menegaskan bahwa ia sendiri yang akan menjadi JPU pada persidan-gan nanti dengan didampingi jaksa Wardianto dan Rio Ro-zada Situmeang. Heru berjanji akan menuntut keadilan untuk keluarga korban.

“Dalam kasus ini, saya sendiri jaksa utamanya. Insya Allah kita akan tuntut seadil-adilnya,” tandasnya.

Sementara itu, suami korban, Ade Kusmiadi (49) mengatakan, dilihat dari cara pelaku menghabisi nyawa istrinya, ia berpendapat hukuman yang pantas adalah mati. Karena, dalam mengeksekusi korban, pelaku nampak sudah merencanakan bahkan tak ada sedikitpun rasa penyesalan.

“Kami selaku keluarga korban, berharap pelaku ini dijatuhi hukuman mati. Tapi kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” singkatnya. (ren/dep)

Feeds