Gudang PT Kalog Disegel

disegel1

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Gudang Logistik milik PT Kereta Api Logistik (Kalog) disegel warga Kampung Cibatu Pos RT 23/7 Desa/Kecamatan Cisaat, Rabu (19/8/2015). Gudang yang kini disewakan kepada PT Indosemen ini ditutup puluhan warga dengan seng, aksi ini berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.

Penyegelan ini dipicu lantaran PT Kalog tidak memenuhi tuntutan warga yang telah disepakati terkait lingkungan. Di samping itu, warga ingin PT Kalog terbuka mengenai proses perizinan seperti izin gangguan, izin prinsipil serta HO pembanguan gudang PT Kalog.

“Kami meminta PT Kalog mengikuti dan menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, standar operasional prosedur (SOP) harus dilaksanakan untuk menghindari polusi dampak dari aktivitas PT Indosemen. Serta merealisasikan tuntutan lainnya,” ungkap

Koordinator Penyegelan, Encep Ramli kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu). Ia menuturkan, pada dasarnya warga tidak pernah keberatan dengan berdirinya gudang logistik milik PT Kalog. Asalkan bisa menjalankan ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta menjalankan kesepakatan yang telah dimusyawarahkan bersama, jangan sekadar wacana bualan yang merugikan warga.

“Kami sebagai warga Cibatu Pos secara langsung merasakan dampak berdirinya gudang logistik, salah satunya penyempitan selokan yang harus dikeruk agar tidak banjir serta polusi dari aktivitas gudang PT Kalog. Kami tidak akan membuka segel tersebut, semua aktivitas harus dihentikan selama kesepakatan belum direalisasikan oleh PT Kalog,” ujarnya.

Menanggapi aksi ini, Pelaksana PT Kalog, Bima membantah jika PT Kalog melakukan pelanggaran peraturan, sebab Kalog sudah menjalankan dan menaati peraturan perundang-udangan yang berlaku. Demikian juga mengenai persolan izin mendirikan bangunan (IMB), PT Kalog sudah memilikinya.

“Kami selalu melaksanakan ketentuan yang berlaku. PT Kalog sudah memenuhi ke-sepakatan dari awal dengan masyarakat. Untuk izin ling-kungan/izin prinsipil/HO kami sudah meminta izin dari masyarakat tapi masyarakat yang belum mengizinkan,” tandasnya. (cr5/dep)

Feeds