Bupati Sempat Tolak Penamaan Gedung

RUANGAN BARU: Bupati Sukabumi Sukmawijaya didampingi Direktur Utama RSUD Palabuhanratu Asep saat meresmikan Gedung Paviliun Dr Sukmawijaya, Selasa (18/8).

RUANGAN BARU: Bupati Sukabumi Sukmawijaya didampingi Direktur Utama RSUD Palabuhanratu Asep saat meresmikan Gedung Paviliun Dr Sukmawijaya, Selasa (18/8).

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Nama Bupati Sukabumi, Sukmawijaya dijadikan nama satu ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu. Gedung Paviliun Dr Sukmawijaya, yang menjadi tempat baru di rumah sakit tersebut. Paviliun Dr Sukmawijaya yang dibangun dari anggaran Bantuan Gubernur ini merupakan ruangan VIP dengan lima tempat tidur.

Pihak RSUD menganggap, nama Dr Sukmawijaya layak diberikan untuk gedung ini, sebagai bentuk penghargaan kepada kepala daerah dua kali menjabat ini.

“Saya menganggap ini layak, karena peran serta beliau dalam membangun RSUD Palabuhanratu ini sangat besar selain dari Pak Badri anggota DPRD,” kata Direktur Utama RSUD Palabuhanratu, Asep, dalam sambutan peresmian Gedung Paviliun Dr Sukmawijaya, Selasa (18/8/2015).

Ia menuturkan, RSUD Palabuhanratu terus mengalami perkembangan, dalam segipelayanan Termasuk adanya sejumlah dokter yang baru datang dari studinya dan siap melengkapi di bidang pelayanan.

“Ada beberapa dokter spesialis yang baru yaitu spesialis radiologi dr Ratih dan Nani, spesialis saraf dr Inge Anggelia, dan dokter spesialis anestesi dr Nyimas Moza Zamzami,” terang Asep.

Sementara itu, Sukmawijaya mengungkapkan, penamaan ruangan tersebut tak begitu saja terjadi karena saat pihak rumah sakit meminta izin tak langsung disetujui dan bahkan mendapat penolakan. Alasannya dianggap terlalu berlebihan.

“Sudah berkali-kali saya menolaknya, namun tetap saja direktur RSUD ke rumah saya untuk melakukan hal tersebut. Sampai akhirnya, saya setuju nama Gedung Paviliun Dr Sukmawijaya,” terangnya.

Akan tetapi jika ada masyarakat yang keberatan dan protes dengan nama tersebut, ia tak keberatan jika nama tersebut diturunkan kembali dan diganti dengan nama yang tak jauh berbeda dengan ruangan di RSUD ini.

“Jika ada warga yang memprotes atau menganggap itu tak layak, saya menginstruksikan untuk menurunkan kembali nama tersebut. Asal jangan memakai gedung teri atau ruangan teri yang nantinya menjadi kelas teri, dikhawatirkan menimbulkan dampak atau kesan yang merendahkan orang lain yang dirawat di ruang tersebut nantinya,” ujar Sukma berkelakar.

Ia menilai, sejauh ini RSUD Palabuhanratu telah memiliki banyak perkem-bangan dalam persoalan pelayanannya.

“Saya memperhatikan jika pelayanan di RSUD ini telah banyak peningkatan dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat jangan sampai menganggap berlebihan terhadap ruangan atau kelas di setiap ruangan di RSUD. Karena menurutnya, hanya fasilitas seperti AC, TV atau yang bersifat fisik saja yang membedakan antar ruangan.

“Pelayanan dan perlakuan segalanya sama, bahkan obat-obatannya pun sama, jadi jangan terlalu mendramatisir pada persoalan tersebut,” tukasnya. (cr3/dep)

Feeds