Warga Ini Harus Naik Turun Bukit Demi Air Bersih

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Warga Kampung Linggarmanik Desa/Kecamatan Bantargadung harus berjalan turun naik bukit untuk mendapatkan air dari Sungai Cigadung yang jaraknya sekitar lima kilometer dari kampung tersebut. Sekali mengambil warga hanya bisa membawa pulang paling banyak dua jeriken saja. Kesulitan mendapatkan air bersih ini dialami warga RT 02, 03 dan 04 yang berada di RW 04, selama satu bulan ini.

Tak hanya masalah jarak saja, jika ingin mendapatkan air yang jernih warga harus berangkat pada pagi buta. Sebab jika siang, air di Sungai Cigadung sudah keruh karena yang mengambil bukan satu dua kepala keluarga (KK), melainkan ratusan KK.

“Setiap pagi atau siang kami mengambil air dari sungai yang jauhnya lebih dari lima kilometer untuk memenuhi kebutuhan se-hari-hari,” ujar Ketua RT 03, Asep Tea (48).

Menurut dia, air yang diambil dari Sungai Cigadung hanya bisa digunakan untuk mandi, cuci baju ataupun cuci piring. Sedangkan untuk memasak nasi, kebanyakan warga membeli dari mobil tangki yang melintas atau mengisi galon isi ulang.

“Jika ada mobil tangki air ada kami beli, kalau tidak kami menggunakan air galon isi ulang untuk memasak atau air minum,” jelas Asep.

Mengenai bantuan air bersih yang didistribusikan pemerintah, kampung tersebut sudah dua kali menerimanya. Namun setiap kali ada distribusi air selalu saja tak cukup. Maka dari itu yang dibutuhkan warga ialah saluran air.

“Ada beberapa mata air di aliran Sungai Cigadung yang bisa diambil airnya namun keberadaan mata air tersebut berada lebih bawah dari kampung sehingga sulit menggunakan selang untuk mengalirkan air jadi yang dibutuhkan itu adalah mesin kompa dan penampungannya,” ujar Dudung, warga lainnya.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi mengungkapkan, persoalan kekeringan di Kecamatan Bantargadung sudah pernah diatasi melalui upaya pipanisasi, namun seperti apa perkembangn-nya akan ditinjau kembali. Menurut dia, yang lebih penting saat ini warga mendapat pasokan air yang cukup.

“Jika sejauh ini masyarakat sekitar Bantargadung tersebut membutuhkan air bersih, saya akan membantu. Namun, jika persoalan pipanisasi akan ditinjau terlebih dahulu atau diajukan ke pihak pemerintah daerah,” tandasnya.

Sementara itu, dari data BPBD Kabupaten Sukabumi sebanyak 24 desa dari tujuh kecamatan yakni Palabuhanratu, Bantargadung, Ciracap, Gegerbitung, Cikembar, Cidahu serta Sagaranten. (cr3/dep)

Feeds