23 Narapidana Bebas

MERDEKA : Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi memberikan selamat kepada sepuluh narapidana Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi yang mendapatkan remisi bebas langsung usai upacara Hari Kemerdekaan RI ke-70.
MERDEKA : Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi memberikan selamat kepada sepuluh narapidana Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi yang mendapatkan remisi bebas langsung usai upacara Hari Kemerdekaan RI ke-70.
MERDEKA : Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi memberikan selamat kepada sepuluh narapidana Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi yang mendapatkan remisi bebas langsung usai upacara Hari Kemerdekaan RI ke-70.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Sebanyak 23 narapidana (napi) di Sukabumi bebas, setelah menerima remisi dasawarsa (remisi sepuluh tahunan,red) pada perayaan kemerdekaan ke-70 RI, Senin (17/8/2015). Masing-masing sepuluh napi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong, Sukabumi, dan sisanya sebanyak 13 napi asal Lapas Kelas III Warungkiara.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Nyomplong Sukabumi, M. Latief Saifudin mengatakan, dari 306 napi yang menghuni lapasnya, sebanyak 245 napi telah dikabulkan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) untuk mendapatkan remisi. Sedangkan sisanya sepuluh napi langsung bebas, masing-masing Dede endar, Dendi Sukmawan, Idwan, Dadih, dan Nunu Nurodin (kasus pencurian). Dias Mahardani, Edi Kurdiat, dan Sudirman (kasus penipuan). Erik (kasus senjata tajam), dan Samsudin (kasus penadah).

“Sebelumnya, kita sudah mengajukan beberapa napi untuk mendapat remisi khusus pada HUT Kemerdekaan RI ke-70 tahun. Namun, yang dikabulkan sebanyak 245 napi,” ujar M. Latief Saifudin kepada Radar Sukabumi (GRup Pojoksatu), Senin(17/8/2015).

Dari jumlah tersebut, kasus narkoba paling mendominasi yakni sekitar 150 napi. Sedangkan 100 napi lainnya dari kasus penipuan, dan sisanya dari kasus pidana khusus dan umum lainnya.


“Untuk Sukabumi, kasus napi yang paling mendomi-nasi yaitu narkoba, penipuan dan perkelahian,”terangnya.

Nah untuk kasus narkoba, pihaknya tidak ada pemberian bebas.

“Hanya kasus-kasus kecil saja seperti pencurian dan penipuan,” terangnya.

Menurutnya, remisi di perayaan HUT Kemerdekaan RI ini, masa pemberian potongan hukuman maksimal 3 bulan. Tergantung vonis pengadilan untuk masing-masing narapidana yang mendapatkan remisi.

“Kalau hukumannya dua tahun di potongnya dua bulan, be-gitu juga untuk narapidana yang mendapat vonis tiga tahun maka potongan remisinya sebanyak tiga bulan,”urainya.

Sementara itu, sebanyak 13 dari 256 narapidana di Lapas Kelas III Warungkiara langsung menghirup udara bebas. Kebebasan tersebut setelah mereka mendapat remisi HUT Kemerdekaan RI ke-70, dan remisi dasawarsa tahun ini.

“13 orang narapidana yang mendapat remisi pada Agustus ini langsung bebas,” ujar Kalapas Kelas III Warungkiara, Nana Herdiana kepada Radar Sukabumi, Senin (17/8/2015).

Saat ini lanjut Nana, penghuni Lapas Kelas III Warungkiara sebanyak 468 orang. Terdiri dari penghuni yang berstatus narapidana (Napi) dan berstatus tahanan. Dalam pengajuan remisi, pihaknya telah tiga kali mengusulkannya agar mereka diremisi.

“Usulan pertama kita sampaikan sebanyak 248 orang, usulan kedua 23 orang dan usulan ketiga sebanyak 16 orang. Jadi secara akumulasi yang kita usulkan sebanyak 287 orang,” terangnya.

Ia merinci napi yang mendapat remisi umum di lapas yang dipimpinnya yakni sebanyak 189 orang, dengan besaran remisi mulai dari satu sampai lima bulan. Sementara penerima remisi dasawarsa sebanyak 196 orang, 13 orang diantaranya langsung bebas.

“Yang bebas sebanyak 13 orang ini, selain menerima remisi umum, mereka juga mendapat remisi dasawarsa. Sehingga setelah di akumulasi remisinya, mereka langsung bebas,”terangnya.

Diharapkan para napi yang telah menghirup udara bebas, dapat merubah sikap dan prilaku, agar perbuatan negatif yang pernah mereka lakukan hingga berujung pada jeruji besi itu tidak terulang lagi. Selain itu, kreativitas dan pengetahuan yang didapat selama di lapas, dapat direalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kepada lingkungan masyarakat juga kami berharap mereka ini tidak dilirik sebelah mata. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berubah,” tandasnya seraya berharap.

Sementara itu, salah satu napi yang langsung bebas, DS (30) menambahkan, setelah keluar dari Lapas, ia bertekad akan membuka usaha sendiri di kampung halamannya di daerah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Ia mengaku, kapok melakukan tindak kejahatan.

“Puji syukur pak saya bisa bebas, saya berjanji tidak akan melakukan perbuatan itu (kejahatan, red). Saya akan buka usaha di kampung,” singkatnya.

Dalam memperingati HUT RI ke-70 ini, para napi di lapas ini menggelar upacara yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, Akhmad Jajuli. Usai memimpin upacara, wabup langsung menyerahkan SK remisi, dan bertolak menuju lahan penanaman pohon. (wdy/ren/t)