Penjual Bakso Celeng Divonis Satu Tahun Penjara

DIVONIS: Terdakwa penjual dan pembuat bakso celeng mendengarkan vonis bacaan dari Majelis Ketua Hakim Pengadilan Negeri Sukabumi Kota.
DIVONIS: Terdakwa penjual dan pembuat bakso celeng mendengarkan vonis bacaan dari Majelis Ketua Hakim Pengadilan Negeri Sukabumi Kota.
DIVONIS: Terdakwa penjual dan pembuat bakso celeng mendengarkan vonis bacaan dari Majelis Ketua Hakim Pengadilan Negeri Sukabumi Kota.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Masih ingatkah Anda dengan kasus peredaran bakso celeng yang sempat menggemparkan Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu? Ya, dua orang terdakwanya Ardi Sumardi (31), dan Yadi Riyadi (36), akhirnya menjalani masa tahanan selama satu tahun kurungan penjara. Vonis tersebut dibacakan langsung Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi saat menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan, pukul 11.00 WIB, Kamis (13/8/2015).

Dalam bacaan putusan yang dibacakan Hakim Ketua Yusinedar. Kedua kakak beradik itu terbukti bersalah, lantaran melanggar Undang-Undang (UU) No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu), Humas PN Sukabumi, Ahmad Syarif men-gatakan, putusan vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut 1 tahun 6 bulan kurungan penjara.

“Hasil dari menggelar sidang beberapa bulan kemarin ada hal-hal yang dinilai dapat meringankan terdakwa, yaitu terdakwa belum pernah berurusan dengan hukum, kooperatif dalam sidang dan mengaku menyesali perbuatannya. Sementara yang mem-beratkan tersangka menjual bakso daging celeng adalah hal tersebut jelas dilarang,” terangnya.

Selain dinilai kooperatif dan ti dak membelitkan pengacara saat sidang, kedua terdakwa ternyata juga seorang korban. Menurut terdakwa Yadi, ia mendapatkan daging itu dari salah satu rekannya berinisial SAM, yang hingga saat ini masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Kepadanya, SAM mengaku kalau daging yang dijual itu adalah daging impor, dengan harga Rp50 ribu per kilogram.


Hal itu Yadi katakan saat memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim di dalam persidangan beberapa waktu lalu.

“Awalnya SAM ini menawarkan daging celeng kepada Ardi dan Yadi, namun mereka tolak dengan alasan sudah punya langganan daging sendiri. Namun, karena harga daging sapi harganya semakin mahal, Yadi pun menghubungi SAM kembali untuk membeli daging. Awalnya, Yadi tidak tahu kalau daging ini adalah daging celeng. Ia baru mengetahuinya setelah beberapa bulan,” ulas Ahmad Syarif.

Saat dibacakan vonis, kedua terdakwa menerima hukuman tersebut, dan tidak mengaju-kan banding. Kedua terdakwa ditangkap oleh anggota kepolisian Polres Sukabumi Kota pada 28 Maret 2015. Penangkapan kedua terdakwa ini berawal dari laporan salah satu warga yang mencurigai Yadi membuat olahan daging celeng untuk menjadi bakso di kawasan Gang Pramuka, Cikeong, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

Berdasarkan laporan tersebut polisi pun menggerebek satu rumah yang kerap dijadikan tempat penyimpanan dan pen-golahan daging celeng. Sementara Ardi Sumardi, yang merupakan adik kandung Yadi terbukti bersalah lantaran menjual bakso celeng. Keduanya digiring kepolisian Polres Sukabumi Kota untuk mempertanggungjawaban perbuatannya. (wdy/dep)