Ingin Rayakan Ulang Tahun, Dania Tewas di Semeru

Tim PMI Kabupaten Malang mengevakuasi jenazah Dania.

Tim PMI Kabupaten Malang mengevakuasi jenazah Dania.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Nasib nahas menimpa Dania Agustina Rahman (19). Warga Kompleks Perbata, RT/RW 04, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi ini tewas saat mendaki Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (13/8/2015).

Rencananya, gadis cantik ini ingin merayakan ulang tahunnya sekaligus perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di puncak gunung. Namun, semua keinginannya sirna setelah dirinya tertimpa batu besar hingga meninggal dunia.

“Setahu saya, anak saya itu ada di Bandung sedang kuliah. Tapi tiba-tiba sekitar pukul 19.00 WIB ada telepon dari anggota kepolisian Lumajang, dan mengabarkan bahwa anak saya meninggal dunia saat men daki Gunung Semeru,” ujar ibu kandung Dania, Neneng Suningsih sambil bercucuran air mata, Kamis (14/8/2015).

Sontak, Neneng tak percaya dengan kejadian tersebut, pasalnya selama ini dirinya tidak mengetahui bahwa Dania mempunyai hobi mendaki gunung. Selain itu, Dania tidak pernah memberi kabar akan pergi sejuah itu.

“Saya terakhir komunikasi melalui Blackberry Messenger (BBM) saat menjelang Dania beranjak usia 19 tahun yaitu 7 Agustus lalu, sesudah itu saya tak mendapat kabar lagi,” ungkapnya.

Neneng tak merasakan adanya firasat akan terjadi kematian kepada anaknya. Sebab dirinya tidak pernah mengizinkan anak ketiga dari tujuh bersaudara itu untuk pergi jauh sampai ke luar Jawa Barat, kalau pun dia pergi pasti memberi kabar.

“Saya menyesal tidak tahu kepergiannya untuk mendaki, kalau tahu seperti itu saya akan cegah dan susul dia untuk pulang,” ujarnya.

Namun setelah mendengarkan kabar dari teman-temannya, ternyata dia (Dania) yang merupakan mahasiswa Universitas Pasundan ingin merayakan ulang tahunnya di Puncak Semeru. Dia berpesan kepada teman-temannya agar tidak menyampaikannya ini kepada ibundanya.

“Anak saya menyembunyikan keberadaannya dari saya, mungkin takut tidak diizinkan karena Dania mempunyai penyakit bronitis,” katanya.

Untuk memastikan keberadaan anaknya, ayahnya Deden Rahman, kakak kandungnya Dewi dan sepupunya, Lena pergi ke Rumah Sakit Lumajang, Jawa Timur. Sampai detik ini Neneng merasa tidak percaya takdir yang menimpa anaknya itu.
“Ayahnya pergi untuk memastikan kondisi Dania di sana dan untuk membawanya cepat pulang ke rumah,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh kerabat dekat Dania, Lina. Ia mengaku tak percaya dengan kejadian ini, soalnya setahu dirinya dari semenjak di bangku SMA, dia tidak mempunyai hobi pencinta alam.

“Memang dia tiba-tiba pergi, dan saat terakhir komunikasi dia hanya berkata, doakan saya ya, besok saya naik gunung,” pungkasnya.

Sementara itu, suasana haru dan isak tangis menyelimuti kerabat, pelajar dan guru SMAN 1 Kota Sukabumi saat menggelar doa bersama untuk kepergian mendiang Dania. Dia merupakan salah satu siswa terbaik dan selalu eksis di bidang seni kabaret (Epigonen).

“Alumni atau pelajar itu merupakan bagian keluarga besar Smansa, untuk itu kita berdoa agar amal dan ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan pihak keluarga diberikan kesabaran menjalani takdir ini,” ujar Humas SMAN 1 Kota Sukabumi, Ade Saepurahman.

Saat dihubungi melalui telepon seluler, kakak kandung korban, Dewi mengatakan kondisi Dania memang sudah dalam keadaan meninggal dan untuk saat ini keberadaan jenazah masih berada di rumah sakit daerah Lumajang. Besok (hari ini, red) pihaknya akan membawa jenazah untuk dikebumikan di Kota Sukabumi.

“Kemungkinan sebelum dzuhur jenazah sudah tiba di rumah dan akan secepatnya dimakamkan,” ungkapnya. (bal/dep)

Feeds