Musim Kemarau, Petani Ini Terapkan Metode Karung

PASANG PIPA AIR:Petani Kecamatan Kadudampit ketika memasang pipa saluran air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Disamping air, petani Kadudampit menggunakan cara karung.
PASANG PIPA AIR:Petani Kecamatan Kadudampit ketika memasang pipa saluran air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Disamping air, petani Kadudampit menggunakan cara karung.
PASANG PIPA AIR:Petani Kecamatan Kadudampit ketika memasang pipa saluran air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Disamping air, petani Kadudampit menggunakan cara karung.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Berbagai cara dilakukan petani supaya tanaman tak rusak akibat dampak kemarau panjang. Untuk menghemat air, para petani di Kecamatan Kadudampit kini memilih metode karung khusus untuk tanaman sayuran. Petani menganggap cara ini efektif untuk mempertahankan kandungan air.

“Karung khusus ini kami gunakan agar tanaman yang ditanam tidak kekurangan air dan yang paling penting dengan menggunakan media karung seperti ini mampu mengurangi penggunaan air,” kata Ketua Kelompok Tani Al-Amanah Kadudampit, Ujang Hamdun kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id), Rabu (12/8/2015).

Ia mengaku jika modal atau biaya pada awalnya cukup besar karena didatangkan dari Malaysia. Namun karung ini tidak digunakan hanya sekali pakai melainkan tahunan.

“Cara bercocok tanam seperti ini sudah saya lakukan selama dua tahun. Ada keunggulan dari cara ini jika dibandingkan dengan sayuran yang ditanam langsung di tanah. Tanaman yang dihasilkan pun lebih baik, cepat tumbuh dan tahan penyakit,” ungkap Ujang.


Ia menuturkan, salah satu tanaman yang menggu-nakan metode karung ialah sayuran kol. Menanam kol dalan karung akan tetap tumbuh baik walaupun di musim kemarau seperti ini, hanya dengan cukup menyiramnya satu kali di pagi hari.

“Rencananya kami akan terus mengembangkan cara seperti ini dan tidak hanya satu jenis tanaman saja yang ditanam di media karung,” terangnya.

Petani lainnya, Muhammad Hoerudin (45), mengatakan modal awal dari mulai peng-gunaan karung, menanam hingga sampai panen mem-butuhkan biaya Rp10.000. Menurut dia, metode penanaman kol dengan cara karung ini sudah dilirik pasar modern sebab kualitas hasil panen yang baik.

“Hasil panen kami sudah dipesan oleh beberapa pasar modern. Karena kualitasnya memang sangat baik diband-ingkan ditanam langsung di tanah,” jelasnya. (cr5/dep)