Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI- Lahan pertanian di Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung mendapat serangan hama babi hutan selama musim kemarau saat ini. Akibatnya, tumbuhan hasil bercocok tanam petani di Kampung Bauna, Baros I, Baros II, Waru-waru, Cipulus, dan Cijurey, rusak. Sasaran babi yakni lahan pertanian yang ditanami padi, palawija serta sayur mayur.

“Babi hutan ini turun dari kawasan hutan lindung milik PT Perhutani. Penyebabnya bisa karena babi yang mencari sumber makanan lain karena kekeringan melanda hutan,” ungkap Kepala Desa Neglasari, Asep Saepulloh kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu), Rabu (12/8/2015).

Asep menuturkan, babi hutan juga merambah ke permukiman penduduk. Warga kerap melihat babi masuk ke jalan dan dapur untuk mencari makanan. Perang antara warga dan babi hutan kini marak di desa ini dengan cara diburu.

“Dalam setiap perburuan, kelompok pem-buru berhasil menangkap babi hutan dengan rata-rata sebanyak 5 ekor. Perburuan meng-gunakan senjata tradisional dan senjata api dengan melibatkan Perbakin. Babi-babi tersebut berasal dari Gunung Tutupan dan Gunung Arca yang terletak di belakang wilayah Desa Neglasari,” ujar Asep.


Menurut dia, serangan hama babi ini menyisakan kerugian bagi petani. Bahkan berbalik kepada pilihan menjual lahan pertanian untuk dibelikan la-han yang bebas dari babi.

“Bagi warga tampaknya tidak ada pilihan lain, kecuali menjual lahan pertanian untuk mendapatkan lahan pengganti yang bebas dari gangguan babi hutan. Warga menilai, lahan pertanian di lokasi saat ini ti-dak ekonomis untuk dijadikan tempat bertani,” ujarnya.

Menurut dia, penjualan lahan pertanian di Desa Neglasari mulai marak sejak awal tahun 2015. Malah, pemilik lahan menjual lahannya dengan harga di bawah harga pasar agar cepat laku.

“Sebagian besar pembeli lahan pertanian di Desa Neglasari berasal dari luar Kecamatan Nyalindung. “Saya belum tahu nantinya lahan yang dibeli itu digunakan untuk apa. Mungkin saja tidak diperuntukan bagi lahan pertanian,” tukasnya. (cr5/dep)