500 Unit Rumah Masih Tak Layak

Ilustrasi Rutilahu
Ratusan rumah milik warga di Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong, berada dalam kondisi yang sudah tidak layak huni.
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Permasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Sukabumi seakan tak ada ujungnya. Pasalnya, hingga kini masih banyak warga yang tinggal di RLTH. Kondisi ini terjadi di Desa Cihaur Kecamatan Simpenan yang memiliki 500 unit RTLH, meski adanya bantuan rehab namun tak menutupi kebutuhan yang ada.

“Tahun lalu kami dapat bantuan 20 unit rumah, namun masih banyak rumah yang tak layak huni,” ujar

Kaur Ekbang Desa Cihaur, Saprudin kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu). Menurut dia, keadaan ini mengakibatkan kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat karena merasa sama-sama punya hak untuk mendapatkan bantuan. Sedangkan bantuan yang ada sangat berbanding jauh dengan kebutuhan yang ada, dimana bantuan yang diperoleh jumlahnya puluhan tapi RTLH ratusan.

“Di desa ini penduduknya berada dalam ekonomi menengah, rata-rata pemilik RTLH berpenghasilan minim karena berprofesi sebagai kuli,” ujar Saprudin.


Salah seorang pemilik RTLH, Entin misalnya. Ia dan suaminya tinggal bersama empat anaknya di rumah reyot dan nyaris roboh juga sempit, karena itu mereka harus berbagi tempat jika ingin beristirahat. Kondisi ini bukan tanpa alasan, karena suaminya hanya seorang buruh di perkebunan.

“Suami saya hanya kuli di perkebunan, tak bisa membuatkan tempat tinggal yang layak. Kami hanya berharap bisa menambah ukuran rumah dua meter saja agar tak berhimpitan dengan anak-anak,” ujar Entin. (cr3/dep)