Pembunuh Janda Kaya Dituntut 20 Tahun Penjara

ilustrasi penjara
ilustrasi penjara
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Pengadilan Negeri (PN) Cibadak terus mengadili Yudiana Hermawan alias Iduy (26). Terdakwa ini dituntut 20 tahun penjara, lantaran diduga telah membunuh janda kaya pemilik butik, Risna Riswanti (38) warga kampung Simpenan, RT 04/07, Desa/Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, yang ditemukan terikat dan mulut dilakban dalam sumur di rumah korban, Selasa (9/12/2014).

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Yusuf Syamsuddin didampingi Deni Indrayana, dan Jan Oktavianus ini berlangsung singkat. Terdakwa dituntut dengan Pasal 365 ayat 4 KUHP. Dalam membacakan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Bobon Robiana menyebutkan, yang memberatkan terdakwa ini yakni telah menghilangkan nyawa seseorang dan mengambil harta korban hingga mengalami kerugian mencapai Rp 220 juta.

“Yang meringankan korban, terdakwa mengakui semua perbuatannya dan berlaku baik selama persidangan,” kata Bobon.

Aksi pembunuhan bermotif perampokan ini dilakukan terdakwa bersama temannya, Riki yang kini masih buron pada 8 Desember 2014 lalu.


“Antara pelaku dan korban saling mengenal. Malah, sebelum beraksi kedua pelaku sempat menginap di rumah korban yang beralamat di Kampung Simpenan, RT 04/ 07, Desa/Kecamatan Cikembar,” ungkapnya Bobon.

Ia juga menambahkan, kedua pelaku membantai korban dengan cara menusuk be-berapa kali, memakai pisau belati di dapur. Setelah korbannya tewas, kedua pelaku memasukkan jasadnya ke dalam sumur di belakang rumah. Lalu, kedua pelaku membawa kabur sebuah mobil KIA Rio warna merah, tiga unit smartphone dan satu unit sepeda motor jenis matic,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Yudiana Hermawan, Ardi Antoni menilai tuntutan JPU terlalu tinggi. Sehingga, dirinya akan me-layangkan surat permohonan keringanan hukuman untuk kliennya.

“Nanti kami akan menyampaikan permintaan keringanan hukuman pada sidang pledoi (pembelaan) yang akan digelar pada Rabu (12/8/2015),” jelasnya. (cr5/dep)