Warga Gunungguruh Dihantui Longsor

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Tujuh kepala keluarga (KK) di Kampung Cikarang Mulut Rt 48/09 Desa/Kecamatan Gunungguruh hingga saat ini dibayang-bayangi rasa cemas. Hal ini terjadi lantaran, rumah mereka yang berada di atas tebing setinggi 30 meter tiba-tiba saja bisa ambruk karena longsor.

“Warga di sini diliputi rasa cemas setiap kali hujan mengguyur karena dapat mengakibatkan aliran Sungai Cipendey meluap yang akhirnya tebing dibawah rumah kami bisa saja ambruk secara tiba-tiba,” ujar Iyar (57), kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu), Senin (10/8/2015).

Menurut dia, tanah yang berada di dekat rumahnya sudah longsor, pada Minggu (10/8/2015), sekitar pukul 22.00 WIB. Tebing longsor itu hanya berjarak beberapa meter saja dari tujuh rumah tersebut. Akibat longsor ini kini sudah nampak retakan tanah yang mengganga di bangunan rumah warga.

“Dikhawatirkan, bila retakan tanah meluas akan menimbul-kan rumah roboh,” imbuhnya.


Sebagai langkah antisipasi, pemilik rumah membuat penyangga dari bambu akan tetapi upaya ini hanya sementara saja. Warga berharap ada langkah penanganan secara permanen seperti memberikan tembok pada dinding tebing.

“Kami berharap kedepan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) segera bertindak, karena kalau warga hanya bisa seperti ini saja,” jelas Iyar.

Warga lainya, Udin (88) menuturkan jika tak ditanggulangi segera mungkin bisa jadi saat air hujan turun rumah ambruk karena tergerus long-sor. Menurut dia, saat musim kemarau ini saja warga terus dihantui longsor karena aliran air sungai terus mengikis tebing.

”Tebing setinggi 30 meter itu kini terus menerus terkikis serta tanahnya meng-gerus ke sungai. Warga tentunya dibayangi rasa cemas kini jika tidak segera dilakukan perbaikan kemungkinan akan memperluas amblasan dan retakan pada bangunan rumah warga,” ujar Udin (cr5/dep)