Tiga Perusahaan Ini Tersangkut Masalah THR

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi mencatat tiga perusahaan yaitu PT Alpindo Mitra Baja, PT HS Global, serta PT Pandu Dewanata masih mempunyai masalah tentang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri tahun ini. Disamping THR, dua perusahaan PT Alpindo Mitra Baja dan PT HS Global, bahkan tak bisa membayar upah buruh hingga dua bulan lebih. Buntut dari permasalahan ini menjadi pemicu buruh di perusahaan ini lantas menggelar aksi unjukrasa.

“Perusahaan-perusahaan masih mempu-nyai masalah tentang upah dan THR dan belum ada solusinya. Kami sudah berulang kali menfasilitasi melalui jalan perundingan, akan tetapi ketiga perusahaan ini terus menerus meminta tambahan waktu kepada buruh.Tambahan waktu itu disepakati, tapi hingga kini belum ada solusinya, buruh belum menerima THR atau upah yang merupakan haknya,” ungkap Kadisnakertrans Kabupaten Sukabumi, Aam Amar Halim kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu.id).

Ia mengungkapkan, karena tak ada hasil perundingan tersebut akhirnya berujung pada jaminan aset perusahaan. Hal ini berlakuk jika perusahaan tak juga membayar maka aset perusahaan seperti mesin-mesin industri akan dijual.

“Perusahaan melihat, menjual aset perusahaan ini sebagai jalan alternatif, karena peru-sahaan ini sudah mendapati jalan buntu,” imbuh Aam.


Ia mengungkapkan, sejatinya masalah pembayaran THR ini dialami tujuh perusahaan, yakni PT SK Hair, PT Multi EMB, PT Twintek, PT Talaga Kencana, PT Pandu Dewanata, HS Global, serta PT Alpindo Mitra Baja. Namun untuk empat perusahaan, PT SK Hair, PT Multi EMB, PT Twintek, dan PT Talaga Kencana, sudah ada kesepatan pembayaran.

“Dari tujuh yang bermasalah kini tinggal tiga perusahaan lagi. Kami dari pemerintah berharap perusahaan yang masih terikat masalah dengan buruh untuk segera menyele-saikannya, bentuknya seperti apa dipersilahkan, dalam hal ini Disnakertrans akan men-gawasinya dan menerapkan peraturan yang berlaku,” ujar Aam.

Kedepan kata Aam ,Disnakertrans akan meminta semua dinas yang terakit untuk ikut mengevaluasi kemampuan finansial perusahaan. Hal ini dilakukan agar kondisi serupa tak kembali terulang.

“Kami ingin perusahaan membuka usaha dengan kesiapan fi nalsial yang kuat dan tak terjadi lagi permasalaha tak mampu bayar uapah dan THR,” tukasnya.(dri/dep)