PGRI-PNS Harus Netral

HALAL BIHALAL : Bupati Sukabumi, Sukmawijaya (tiga kanan berkacamata) bersama jajaran dan ribuan tamu undangan lainnya menghadiri halal bihalal PGRI dan Disdik Kabupaten Sukabumi.
HALAL BIHALAL : Bupati Sukabumi, Sukmawijaya (tiga kanan berkacamata) bersama jajaran dan ribuan tamu undangan lainnya menghadiri halal bihalal PGRI dan Disdik Kabupaten Sukabumi.
HALAL BIHALAL : Bupati Sukabumi, Sukmawijaya (tiga kanan berkacamata) bersama jajaran dan ribuan tamu undangan lainnya menghadiri halal bihalal PGRI dan Disdik Kabupaten Sukabumi.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Belasan ribu guru dari berbagai tingkatan yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi berkumpul di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2015).

Kehadiran mereka, hanya untuk menghadiri halal bihalal sekaligus road show pamitan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya. Namun, membludaknya guru tersebut tak sediki menimbulkan tudingan adanya pengerahan dan pengarahan massa untuk berafi lias kepada salah satu pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Sukabumi 2015-2020. Isu miring tersebut langsung ditepis orang nomor satu di kabupaten terluas se- Jawa dan Bali itu.

“Kita bisa lihat bersama, apakah ada pengerahan atau tidak. Anggota PGRI datang untuk bersilaturahmi dalam acara halal bihalal PGRI dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi. Ini murni acara silaturahmi,” tutur Sukmawijaya kepada Radar Sukabumi (Grup Pojoksatu).

Ia juga menyampaikan keprihatinannya soal pendidikan. Menurutnya, Masih ada sekitar 2 persen pelajar yang tak bisa meneruskan sekolah ke jenjang pendidikan lanjutan pertama.


“Jumlah itu masih sama di tahun lalu. Saya harap, PGRI ikut serta dalam menggiring setiap lulusan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya,” harapnya.

Bupati dua periode ini berharap, belasan ribu anggota PGRI bisa diarahkan kepada kesolidan. Namun, kesolidan tersebut dalam mengarahkan anak didik untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat lebih tinggi.

“Karena guru bukan sebatas belajar mengajar saja, tapi juga sebagai pendidik dan motivator untuk menyadarkan generasi penerus. Pendidikan harus diperkaya dengan inovasi,” imbuhnya.

Senada dikatakan Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri. Menurutnya, Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara normatif tidak diperkenankan untuk berkecimpung dalam perpolitikan. PNS disarankan untuk melaksanakan tugasnya sebagai pelayan publik.

“Secara organisasi, PNS harus menjunjung tinggi profesionalisme. Sebagaimana di atur dalam Undang-Undang (UU) nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tetapi, kalau secara pribadi silahkan berafi liasi di bilik suara saja,” imbau Iyos.

Namun, jika ada PNS yang turut serta dalam mengerahkan untuk berafiliasi kepada salah satu paslon, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi, sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau ada yang terlibat dalam pengerahan untuk berafi liasi dan bisa dibuktikan, kitalihat sesuai beban kesala-hannya. Kita akan melakukan peneguran terlebih dahulu. Karena yang paling diutamakan PNS adalah sebagai pelayan publik,” bebernya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi, Tubagus Wahid Ansor menyebutkan, sedikitnya ada 15 ribu peserta dari 17.360 anggota PGRI yang hadir dalam halal bihalal tersebut. Namun, pengerahan massa dalam acara silaturahmi ini, bukan sebagai unjuk kekuatan. Terlebih kini dalam momentum Pilkada.

“Acara ini bukan untuk unjuk kekuatan. Ini murni acara silaturahmi, yang dibalut dengan berbagai santunan, bantuan dan apresiasi. Mudah-mudahan bermanfaat,” katanya.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, Akhmad Jajuli, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, Kadisdik Ka-bupaten Sukabumi, Maman Abdurahman, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Suka-bumi, Marwan Hamami, serta ribuan tamu undangan dan peserta lain.(ryl/cr3/dep)