Distan : Produsen Utamakan Kebutuhan Idul Adha

Daging sapi: Lima hari setelah lebaran harga daging sapi di beberapa pasar tradisional kota Depok belum menunjukan penurunan malahan cendrung mengalami kenaikan.
Daging sapi: Lima hari setelah lebaran harga daging sapi di beberapa pasar tradisional kota Depok belum menunjukan penurunan malahan cendrung mengalami kenaikan.
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI-Kenaikan harga daging sapi di pasaran terus memucak. Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi mengakui berbagai permasalahan pemicu hal tersebut terjadi. Bahkan, kebutuhan dalam perhari pun kian berkurang.

Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan mengatakan, permasalahan yang terjadi dalam kenaikan harga daging sapi ini disebabkan beberapa faktor. Terutama peternakan lebih mendahulukan stok untuk Idul Adha. Selain itu, sapi-sapi yang mau dijual belum cukup umur usia bobot potong sapi. Juga tergantung dari permintaan pemotong atau konsumen. Yang terakhir bobot hidup ternak tinggi, sedangkan permintan turun karena daya beli juga ikut mengalami penurunan.

“Dalam menghadapi Idul Adha, kebutuhan daging akan meningkat. Sedangkan para peternak sapi sekarang sudah mulai stok. Otomatis pasokan pasar pun akan berkurang, dan mengalami kenaikan harga jual,” ujar Irwan saat konferensi pers di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2015).

Dikatakan Iwan, masyarakat Kabupaten Sukabumi per harinya membutuhkan sekitar 25 ekor sapi. Sedangkan untuk saat ini, penyediaan barang hanya 17 ekor sapi per hari. Dari empat faktor penyebab bertahannya harga sapi semakin tinggi di pasaran, sebanding dengan stok yang ada. Sementara kebutuhan konsumsi masyarkat semakin tinggi.


“Untuk mencukupi kebutuhan tersebut jelas sulit. Karena dalam hal ini perlu ker-jasama semua pihak, terutama peternak yang mampu menjaga kestabilan pasokannya. Kemu-dian juga, perlu mengetahui akan pentingnya batas usia sapi dipotong,” katanya.

Masih kata Iwan, jika dihitung dalam presentasenya, konsumsi daging sapi berdasarkan normal gizi yakni 5 gram perhari, sedangkan jumlah penduduk Kabu-paten Sukabumi lebih dari 2,5 juta jiwa. Estimasi penduduk mengkonsumsi daging sapi 50 persen, maka kebutuhan daging sapi mencapai 6,25 ton per harinya.

“Dalam hitungannya, kebutuhan 5 gram dikali 2,5 juta jiwa sama dengan 12,5 ton per harinya, dan dipresentasikan dengan masyarakat 50 persen, kebutuhan tersebut mencapai 6,25 ton per hari,” jelasnya. (pkl5/lan/dep)